Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wisata Gunung Lawu Berkembang, Wabup Karanganyar: Pemkab Hanya Jadi Penonton dan Tak Dapat Apa-Apa

Rudi Hartono RS • Senin, 11 Mei 2026 | 16:59 WIB

 

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana memberi sambutan dalam sebuah forum diskusi bersama jajaran pemkab dan akademisi hukum pariwisata. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana memberi sambutan dalam sebuah forum diskusi bersama jajaran pemkab dan akademisi hukum pariwisata. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menargetkan kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 300 miliar periode 2027-2028 mendatang. Hal itu lantaran kenaikan PAD satu dekade terakhir tak terlalu siginifikan.

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menegaskan, pola pikir pemerintah daerah dalam mengelola anggaran harus berubah total.

”Saya anggota DPRD sejak 2009, namun kenaikan PAD biasanya hanya berkisar Rp 12 miliar hingga Rp 50 miliar. Kami berkomitmen, target 2027 kita harus naik minimal Rp 300 miliar. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita punya mindset yang benar,” tegas Adhe Eliana dalam sebuah forum diskusi bersama jajaran pemkab dan akademisi hukum pariwisata, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kodim 0727 Karanganyar Serahkan 30 Mobil Operasional KDKMP, Dandim: Bukan untuk Operasional Kades

Dia menjelaskan, pilar utama untuk mencapai target tersebut tetap berpijak pada jargon Intanpari (Industri, Pertanian, dan Pariwisata).

Namun, Adhe memberikan catatan khusus pada sektor pariwisata yang performanya dinilai tengah menurun dari peringkat papan atas destinasi favorit.

Ia menyoroti minimnya kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola titik-titik wisata strategis seperti di Kemuning dan Tawangmangu.

Baca Juga: Warga Bumiaji Geruduk Pabrik DMST Sragen, Protes Polusi Udara yang Kian Pekat

Hal ini mengakibatkan pemkab sering kali hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan kontribusi optimal bagi PAD, sembari menanggung beban kerusakan lingkungan.

”Kami mitigasi, selama ini kami nyaris tidak punya hak mengelola pariwisata di daerah sendiri. Akibatnya, kita tidak mendapatkan apapun dari hasil itu,” ungkapnya.

Selain pariwisata, perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk mendukung ekosistem ekonomi. Adhe menggarisbawahi program Jalan Halus Bebas Jeglongan yang akan digeber pada 2025.

Baca Juga: Tragedi Embung Sigit Tangen: Ibu Sempat Diminta Menunggu Sebelum Ikut Tenggelam

Menurutnya, pada tahun depan, alokasi APBD untuk pembangunan jalan akan mencapai angka Rp 70 miliar, sebuah rekor tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya berkisar pada biaya pemeliharaan rutin.

”Tahun 2025 adalah awal dari perbaikan besar-besaran. Kami sadar ada warisan jalan rusak yang cukup banyak, tapi kami minta masyarakat sabar. Semua akan dibereskan satu per satu sesuai rencana pembangunan jangka menengah,” tambahnya.

Adhe juga mengajak para tokoh pariwisata dan masyarakat untuk kembali ke filosofi Tri Dharma perjuangan Raden Mas Said, terutama dalam hal rumangsa melu handarbeni (merasa ikut memiliki).

Baca Juga: Satgas TMMD Sragen Hadir di Sekolah, Bangun Karakter Siswa SDN IV Plumbungan

Ia berharap masyarakat ikut menjaga kelestarian alam Karanganyar agar tidak kehilangan daya tarik dibanding daerah tetangga seperti Klaten.

”Kalau alamnya rusak, orang lebih baik ke mall saja daripada ke Karanganyar. Maka, menjaga alam dan menata pariwisata ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menaikkan kelas ekonomi daerah,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Kemuning #Intanpari #Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana #pad