RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, peternak asal Kecamatan Kerjo, Karanganyar mendapat kebanggaan tersendiri. Seekor sapi kurban milik warga setempat dipilih Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban tahun ini.
Sapi bernama “Si Ragil” milik peternak Sugiarto tersebut dibeli dengan harga Rp 110 juta. Sapi jenis peranakan simental itu memiliki bobot fantastis mencapai 1.100 kilogram dan dikenal memiliki postur besar serta kondisi fisik prima.
Saat ini Si Ragil menjalani karantina khusus menjelang pengiriman. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan kondisi kesehatan sapi tetap stabil hingga hari penyembelihan nanti.
Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen Kerja Keras Memberem Hasil Pekerjaan Jalan
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar Feriana Dwi Kurniawati mengungkapkan, proses pembayaran telah dilakukan.
Kini pihaknya fokus menjaga kondisi sapi agar tetap sehat. Bahkan, sapi tersebut ditempatkan terpisah dari hewan ternak lain guna menghindari risiko penularan penyakit.
”Sudah dilakukan pembayaran Rp 110 juta. Sekarang sapi sedang dikarantina, takut ada apa-apa. Dari Satpres juga tidak boleh berdekatan dengan hewan lain karena khawatir terkena wabah atau mempengaruhi kondisi kesehatan sapi kurban,” ujarnya.
Baca Juga: Korban Bencana di Karanganyar Digelontor Bansos Rp 570 Juta
Ia mengaku bangga karena ternaknya dipercaya menjadi hewan kurban Presiden. Apalagi, Si Ragil bukan sapi biasa. Sebelum dipilih sebagai hewan kurban Presiden, sapi tersebut sempat menjuarai kontes sapi Piala Bupati Tuban.
”Dulu pernah juara di kontes Piala Bupati Tuban. Mungkin itu juga jadi salah satu alasan dilirik,” katanya.
Dispertan sendiri membenarkan bahwa sapi milik Sugiarto telah melalui serangkaian pemeriksaan sebelum dinyatakan layak menjadi hewan kurban Presiden.
Menurut Feriana, tim dari Dispertan PP bersama bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) telah melakukan pengecekan langsung ke kandang untuk memastikan kesehatan hewan, kebersihan kandang, hingga kelengkapan administrasi ternak.
”Kami bersama tim sudah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi peternak. Mulai dari kondisi fisik sapi, kesehatan, kebersihan kandang, hingga memastikan ternak bebas dari indikasi penyakit menular seperti PMK maupun LSD,” ujarnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras