RADARSOLO.COM – Festival Budaya Karanganyar 2026 digelar meriah di Pendapa Raden Mas Said Karanganyar, Rabu (20/5/2026) siang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Sekaligus upaya melestarikan seni budaya tradisi di kalangan generasi muda.
Festival yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026) ini mempertandingkan lomba karawitan tingkat SD dan SMP. Serta lomba tari Karang Tumandang tingkat SMP hingga SMA/SMK se-Karanganyar.
Baca Juga: 316 PPPK Baru Pemkab Karanganyar Digembleng
Ketua panitia Heri Sutrisno yang juga menjabat Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karanganyar menyampaikan, festival budaya digelar untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap seni budaya tradisi, khususnya karawitan dan tari.
”Selain itu, kegiatan ini bertujuan membina kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik, menumbuhkan kerja sama antarsiswa, serta meningkatkan prestasi di bidang seni budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta lomba karawitan tingkat SD diikuti perwakilan dari 17 kecamatan dengan total 14 grup peserta.
Baca Juga: Jelang Penutupan TMMD, Dandim 0725 Sragen Cek Lokasi Kunjungan Pangdam
Sementara lomba karawitan SMP diikuti 19 sekolah SMP dan MTs. Untuk lomba Tari Karang Tumandang tingkat SMP diikuti 33 sekolah, sedangkan tingkat SMA/SMK diikuti 14 sekolah.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda dalam memaknai seni tradisi melalui karawitan dan tari sebagai bagian dari peringatan hardiknas dan harkitnas.
”Saya ikut senang ketika generasi muda berkumpul memaknai karawitan dan tari Karang Tumandang untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional,” katanya.
Menurutnya, karawitan dan tari bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari akar peradaban bangsa.
Karawitan mengajarkan harmoni, sedangkan tari mengandung makna kehidupan yang sarat nilai luhur dan welas asih.
”Keduanya bertemu menjadi manifestasi nilai-nilai luhur yang dirangkai dalam kebudayaan,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras