Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dispertan PP Karanganyar Terjunkan Petugas Pengawas Kurban, Sempat Temukan Kondisi Lemas

Rudi Hartono RS • Senin, 25 Mei 2026 | 16:23 WIB

 

Petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mengecek hewan kurban di wilayah Papahan, Tasikmadu, Senin (25/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mengecek hewan kurban di wilayah Papahan, Tasikmadu, Senin (25/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Puluhan petugas diterjunkan langsung ke seluruh kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertan PP Karanganyar Feriana Dwi Kurniawati mengatakan, pengawasan dilakukan sejak awal masuknya hewan kurban ke lokasi penjualan hingga proses penyembelihan saat Idul Adha nanti.

”Setiap kecamatan kami siagakan satu sampai dua petugas, ditambah dukungan personel dari kantor pusat. Mereka bertugas melakukan pemantauan kesehatan hewan sekaligus pengawasan lalu lintas perdagangan hewan kurban,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Tragis, Dua Atlet Dayung Pemalang Tenggelam saat Latihan di Sungai: Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Menurut Feriana, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat dan memenuhi syarat syariat maupun kesehatan pangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, rata-rata setiap lokasi menjual sekitar 20 hingga 30 ekor hewan kurban, baik sapi maupun kambing.

Medik veteriner Dispertan PP Karanganyar Faturrahman menambahkan, mayoritas hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat.

Baca Juga: Ada 30 Pesantren Belum Berizin di Karanganyar, Orang Tua Diimbau Selektif Pilih Tempat Mondok

Meski demikian, petugas sempat menemukan beberapa hewan yang tampak lemas akibat stres perjalanan.

”Ada sebagian kecil yang terlihat kurang aktif atau agak lemas. Namun itu bukan karena penyakit kronis, melainkan efek kelelahan setelah perjalanan dan masih dalam proses adaptasi karena baru beberapa hari berada di lokasi penjualan,” jelasnya.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit berbahaya pada hewan kurban yang beredar di Karanganyar.

Baca Juga: Hapus Stigma Konflik, Ribuan Warga PSHT Sragen Ikrar Damai Jelang Suro

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara memilih hewan kurban yang layak. Warga diminta memilih hewan yang aktif, responsif, dan sudah cukup umur atau poel.

”Kalau masyarakat kesulitan memastikan umur hewan, bisa dicek dari pergantian giginya. Hewan yang sudah poel menandakan sudah cukup umur untuk kurban,” imbuhnya.

Fatur menambahkan, berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban di Karanganyar mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor sapi dan lebih dari 7.000 ekor kambing.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Karanganyar Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan Hijau di Lereng Gunung Lawu

Pihaknya meminta panitia kurban maupun masyarakat segera melapor apabila menemukan hewan sakit saat proses penyembelihan berlangsung.

”Kalau ada temuan hewan sakit, segera laporkan kepada petugas kecamatan. Kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan daging layak dikonsumsi atau tidak. Jika tidak layak, tentu tidak boleh dibagikan,” tegasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#veteriner #karanganyar #idul adha #hewan kurban #Dispertan PP Karanganyar