RADARSOLO.COM – Tim gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Karanganyar menemukan sejumlah fakta dalam pengerukan lahan di perbukitan Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso yang diprotes warga sekitar.
Hal itu berdasarkan monitoring di lokasi pada Jumat (29/5/2026) lalu. Tim terdiri dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), Satpol PP, dinas lingkungan hirup (DLH), dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) hingga camat setempat. Ini temuan masing-masing OPD:
DPUPR menyebut pelaku usaha belum mengajukan persetujuan bangunan gedung (PBG) maupun dokumen teknis pendukung lainnya.
Baca Juga: Pengembangan Wisata di Berjo Ngargoyoso Dihentikan Pemkab Karanganyar
Selain itu, sebagian aktivitas pembangunan dinilai berada di kawasan sempadan sungai. Sehingga memerlukan rekomendasi garis sempadan sungai sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan.
Sementara itu, DLH menyoroti aspek perizinan lingkungan. Aktivitas yang dilakukan di sekitar aliran sungai disebut berpotensi mengubah kondisi lingkungan.
Sehingga diperlukan pemenuhan seluruh dokumen dan persetujuan lingkungan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Buruh di Sragen Dibegal Lima Pemuda secara Sadis, Kepala Diinjak dan Dagu Disayat Karambit
Sedangkan Satpol PP juga meminta penghentian sementara aktivitas pembangunan. Langkah tersebut dilakukan, mengingat lokasi kegiatan berada pada area dengan tingkat kerawanan tertentu dan masih menunggu penyelesaian sejumlah persyaratan administrasi serta teknis.
Disparpora meminta pelaku usaha menyesuaikan jenis kegiatan dengan KBLI yang dimiliki serta memenuhi standar usaha pariwisata sebagaimana hasil pengawasan dan rekomendasi OPD teknis.
Camat Ngargoyoso Danang Abimanyu mengungkapkan, tim gabungan yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah melakukan pengecekan langsung di lokasi untuk memastikan kesesuaian kegiatan usaha dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Pemakaman Wanita Obesitas di Karanganyar Libatkan Crane, Bobot Capai 175 Kg
”Benar, surat itu merupakan hasil pembahasan dan peninjauan lapangan yang dilakukan tim terpadu bersama OPD terkait. Tim sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi,” ujarnya, Selasa (2/6/2026). (rud/adi)
Editor : Adi Pras