Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

DPRD Karanganyar Keluarkan Rekomendasi Polemik Pengembangan Wisata di Desa Berjo

Rudi Hartono RS • Senin, 8 Juni 2026 | 18:14 WIB

 

Anggota Komisi A DPRD Karanganyar saat sidak pengerukan lahan di Desa Berjo, Ngargoyoso, Sabtu (6/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Anggota Komisi A DPRD Karanganyar saat sidak pengerukan lahan di Desa Berjo, Ngargoyoso, Sabtu (6/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Polemik pengembangan wisata di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, yang sempat memicu penolakan warga mendapat perhatian serius dari DPRD Karanganyar.

Komisi A turun langsung ke lokasi untuk memastikan persoalan yang muncul segera ditangani dan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Ketua Komisi A DPRD Karanganyar Tony Hatmoko menjelaskan, pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti pengelola proyek.

Baca Juga: Uang Rp 15 Miliar Menguap, Puluhan Nasabah Dinar Mulia di Karanganyar Nekat Tempuh Jalur Praperadilan dan Segel Kediaman Pimpinan Koperasi

Salah satu poin utama adalah penghentian sementara aktivitas di area aliran sungai di bagian atas proyek.

Komisi A menemukan adanya aktivitas pembendungan sungai yang masih memerlukan persetujuan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) .

”Kami sudah berkoordinasi dengan DPMPTSP dan pihak pengelola juga telah dipanggil. Namun sebelum seluruh izin selesai dan jelas, aktivitas yang berkaitan dengan aliran sungai harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan BBWS Bengawan Solo,” tegas Tony.

Selain persoalan perizinan, Komisi A juga menyoroti dampak lingkungan yang mulai dirasakan warga di wilayah hilir, terutama kawasan Jenawi.

Baca Juga: Polres Sragen Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Siswa SD di Jenar, Diketahui dari Jejak Kaki

Aktivitas proyek pada akhir pekan disebut menyebabkan aliran air menjadi keruh sehingga mengganggu kebutuhan masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi A meminta pemerintah desa bersikap tegas dengan menghentikan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kekeruhan air pada Sabtu dan Minggu.

”Kalau pekerjaan tetap berjalan saat akhir pekan, air di bawah menjadi keruh. Kami minta pekerjaan yang berpotensi mengganggu kualitas air dihentikan sementara dan dialihkan ke pekerjaan lain,” ujarnya.

Baca Juga: Ubah Pendadaran Jadi Gerakan Sosial, Calon Anggota PSHT Karanganyar Bersihkan Fasilitas Umum

Komisi A juga menekankan pentingnya pemulihan sarana dan prasarana desa yang terdampak proyek.

Pengelola diminta memperbaiki saluran air, menormalisasi jaringan pipa yang sempat tertimbun material, menjaga kelestarian lingkungan, serta membenahi akses jalan desa yang mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, aspek pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian. DPRD meminta pengelola memberikan prioritas kepada warga Desa Berjo dalam perekrutan tenaga kerja saat proyek mulai beroperasi.

Baca Juga: Polres Sragen Jaring Atlet E-Sport Mobile Legends hingga Tingkat Kecamatan

”Jika seluruh rekomendasi dijalankan dan perizinan diselesaikan sesuai ketentuan, proyek ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung iklim investasi di Karanganyar,” tandasnya. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#tony hatmoko #karanganyar #DPRD Karanganyar #berjo #Balai Besar Wilayah Bengawan Solo