RADARSOLO.COM – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di jalanan akibat egoisme kelompok tertentu di ruang publik.
Sebuah mobil ambulans darurat yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa pasien kritis tertahan oleh rombongan konvoi kelompok persilatan di kawasan Karangpandan Minggu (21/6/2026) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.
Akibat keterlambatan evakuasi lantaran akses jalan yang terhalang, pasien dengan identitas Hadi Sukat, 61, warga Desa Karangpandan mengembuskan napas terakhirnya sesampainya di puskesmas Karangpandan, yang sebelumnya bakal dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar saat itu.
Baca Juga: Si Jago Merah Lahap Pabrik Arang di Bangsri Karangpandan, Puluhan Ton Batok Kelapa Jadi Abu
informasi yang dihimpun Radarsolo.com, awalnya tiga ambulans dari wilayah Karangpandan selesai mengantarkan tiga pasien anggota persilatan yang saat itu mengalami luka bacok akibat diduga terkena serangan orang tak dikenal (OTK) di wilayah Karangpandan.
Kemudian salah satu ambulans mendapatkan panggilan darurat kembali untuk diminta mengantarkan pasien atas nama Hadi Sukat.
Namun lantaran saat itu jalan Karanganyar - Tawangmangu di kawasan Karangpandan mengalami kemacetan, ambulans tersebut terhalang dan kemudian membawa pasien atas nama Hadi Sukat tersebut ke Puskesmas Karangpandan.
Baca Juga: Elemen Masyarakat Ini Cium Dugaan Maladministrasi dalam Lelang Proyek di Sragen
Nahas, sampai di Puskesmas Karangpandan, ternyata pasien tersebut sudah meninggal dunia.
"Setelah urusan di RSDM untuk mengantar tiga orang anggota persilatan yang diduga terkena bacokan orang tak dikenal itu, salah satu rekan saya mendapat panggilan mendadak dari keluarga pak Hadi Sukat itu mas, pihak keluarga meminta rekan saya itu untuk mengantarkan ke PKU Muhammadiyah, tapi karena akses jalan di Karangpandan itu dipadatai aksi konvoi, rekan saya mengantarkan pasien itu ke puskesmas, tapi setelah sampai puskesmas, pasien yang dibawa rekan saya itu dinyatakan meninggal dunia," terang salah satu driver ambulans tersebut.
Baca Juga: Antisipasi Gesekan Perguruan Silat, Polres Karanganyar Siagakan 750 Personel
Disinggung terkait dengan tiga anggota pesilatan yang dibawa dirinya bersama dengan dua rekannya, driver ambulans tersebut mengaku pihaknya tidak tahu menaungi kronologis kejadian itu.
Driver ambulans hanya mengetahui jika ada tiga orang dari perguruan tersebut mengalami luka bacok pada bagian tangan kanan.
"Yang anggota persilatan itu ada tiga orang yang luka, karena mungkin lukanya serius, ketiganya langsung dibawa ke RSUD, saat membawa ketiga anggota persilitan itupun, ambulan kami dibantu oleh ambulan dari persilatan itu mas untuk membukakan jalan akses menuju ke rumah sakit," paparnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras