RADARSOLO.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar resmi memulai gelaran besar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Guna memastikan seluruh unit usaha di wilayah Bumi Intanpari terdata dengan akurat, BPS mengerahkan sebanyak 939 personel petugas lapangan.
Kepala BPS Karanganyar Lin Purwati menjelaskan, ratusan petugas tersebut terbagi menjadi dua peran utama.
”Kami menurunkan 939 petugas lapangan yang terdiri dari 828 petugas pendata dan 111 petugas pemeriksa,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Seluruh petugas tersebut disebar secara merata di 17 kecamatan di Bumi Intanpari. Berdasarkan data target makro, mereka mengemban tugas besar untuk menyisir dan mendata sekitar 113.841 unit usaha serta keluarga yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Lin Purwati menambahkan, SE2026 ini merupakan amanat implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Hasil dari sensus ini nantinya akan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan krusial bagi penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan nasional.
Baca Juga: Pengesahan Perguruan Silat, Polres Sragen Amankan 204 Sepeda Motor Knalpot Brong
Berbeda dengan sensus periode sebelumnya, SE2026 memperluas cakupan informasinya dengan memotret dinamika ekonomi modern.
Sensus kali ini akan merekam karakteristik usaha terkini seperti implementasi ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga geliat ekonomi kreatif.
Data finansial pelaku usaha, mulai dari nilai pendapatan, pengeluaran, hingga aset usaha pada kondisi tahun buku 2025, juga akan dikumpulkan secara mendalam.
Sensus ini mencakup seluruh kategori lapangan usaha, mulai dari sektor pertanian hingga aktivitas badan internasional.
Namun, pengecualian dilakukan untuk lapangan usaha administrasi pemerintahan serta aktivitas rumah tangga.
”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menyukseskan agenda nasional ini dengan mengusung tiga slogan utama. Terima petugasnya, isi datanya dengan benar, dan kami pastikan kerahasiaannya,” bebernya.
Baca Juga: Cium Aroma Korupsi MBG, Kejari Sragen Pelototi 117 Titik SPPG
Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan, data yang dikumpulkan oleh BPS sangat krusial bagi masa depan daerah.
”Pemerintah melalui BPS melakukan survei ini untuk mengetahui data-data yang valid. Data ini sangat penting untuk menentukan kebijakan-kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam rangka membangun dan menata perekonomian di Kabupaten Karanganyar,” ujar bupati.
Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran camat hingga aparatur daerah untuk aktif menyosialisasikan agenda ini kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Dua Kecamatan Potensial di Karanganyar Ini Jadi Lokasi KKN 57 Mahasiswa UGM
Ia menekankan agar pelaksanaan sensus yang berlangsung dari 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026 ini dapat berjalan kondusif.
”Sampaikan kepada masyarakat bahwa sensus ini tidak berhubungan dengan pajak atau hal-hal negatif lainnya. Sensus ini murni dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam memetakan potensi ekonomi agar keputusan yang diambil ke depan bisa tepat sasaran," tegas bupati. (rud/adi)
Editor : Adi Pras