Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah dan Solar, Ratusan KPM di Karanganyar Pilih Kembalikan Paket

Rudi Hartono RS • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:13 WIB

 

Sejumlah warga di Kelurahan Lalung saat mengembalikan minyak bantuan pangan. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Sejumlah warga di Kelurahan Lalung saat mengembalikan minyak bantuan pangan. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Tak hanya di Wonogiri dan Klaten, penyaluran program bantuan pangan (Banpan) di wilayah Kecamatan Karanganyar Kota sempat diwarnai keluhan. 

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapati komoditas minyak goreng yang mereka terima dalam kondisi tidak layak guna.

Merespons hal tersebut, pihak kelurahan dan kecamatan langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Bulog dan Dinas terkait untuk melakukan penggantian masal.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB Offline Jenjang SMP di Karanganyar

​Camat Karanganyar Kota Sutarmo membenarkan adanya laporan mengenai kualitas minyak goreng bantuan yang kurang baik tersebut. 

Keluhan tersebut muncul di beberapa titik kelurahan, seperti Bejen, Lalung, hingga Tegalgede. 

Berdasarkan laporan awal dari warga, kondisi fisik minyak goreng tersebut tidak seperti semestinya dan memicu rasa yang tidak biasa jika digunakan untuk memasak.

​"Infonya pokoknya tidak seperti minyak goreng pada umumnya. Kalau dipakai goreng, rasanya lain. Begitu laporan dan keluhan yang kami terima dari warga," ujar Sutarmo, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Komplotan Begal Sadis di Sukodono Sragen Digulung, DPO Terakhir yang Masih di Bawah Umur Akhirnya Diringkus

​Sutarmo menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) serta Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan setempat. Alhasil, proses penukaran langsung berjalan cepat, salah satunya dipusatkan di Balai Kelurahan Bejen. 

"Masyarakat yang membawa minyak goreng yang kurang bagus itu langsung diganti dengan yang kualitasnya bagus," imbuhnya.

​Lurah Lalung, Farid Teguh Prabowo mengungkapkan, kendala pada komoditas minyak goreng ini memang terjadi hampir merata di sebagian besar kelurahan di Kecamatan Karanganyar.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB Offline Jenjang SMP di Karanganyar

Di Kelurahan Lalung, bantuan tersebut didistribusikan pada Rabu (17/6/2026) lalu. Namun, memasuki hari Kamis (18/6/2026), warga mulai berdatangan melaporkan kejanggalan pada minyak goreng berukuran kemasan 2 liter tersebut.

​"Warga melapor, saat minyak dituang ke wajan dan dipanaskan—bahkan belum sampai suhu maksimal untuk menggoreng—sudah muncul aroma menyengat. Ada yang baunya seperti minyak tanah, ada juga yang baunya seperti solar," beber Farid.

Secara fisik, tampilan minyak goreng tersebut juga terlihat agak keruh dan tidak sejernih biasanya.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sragen Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Kurang Mampu dan Bantuan Anak Yatim

​Pihak Kelurahan Lalung segera mengonfirmasi temuan tersebut ke pihak Bulog. Hasilnya, pada Senin (22/6/2026) kemarin, sebanyak kurang lebih 900 paket bantuan minyak goreng milik KPM di Kelurahan Lalung ditarik seluruhnya dan diganti baru.

Karena jatah bantuan kali ini dirapel untuk dua bulan, masyarakat menerima penggantian berupa empat botol minyak goreng kemasan 1 liter, mendampingi bantuan utama berupa 10 kilogram beras.

​Farid memastikan bahwa pasca-penggantian massal awal pekan lalu, situasi di lapangan kini telah kondusif.

"Sampai siang ini (24/6/2026), setelah dilakukan penggantian dengan minyak yang baru dan jernih, belum ada lagi keluhan dari warga. Rata-rata sudah aman dan mulai dikonsumsi," pungkasnya. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#minyak tanah #karanganyar #lalung #solar #minyak goreng