Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Karanganyar Jadi Tuan Rumah Gema Desa 2026, Dibuka di Candi Sukuh

Rudi Hartono RS • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:53 WIB

 

Bupati Karanganyar Rober Christanto saat membuka kegiatan Gema Desa 2026, Rabu (24/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat membuka kegiatan Gema Desa 2026, Rabu (24/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Gerakan Membangun Desa dengan Kolaborasi Octahelix (Gema Desa) 2026 resmi dibuka di Pendapa Candi Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 26 Juni 2026 tersebut menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat pembangunan desa yang tangguh, berbudaya, dan berdaya saing.

Pembukaan Gema Desa 2026 dihadiri Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Andrey Ikhsan Lubis, Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan PDT Suherman.

Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar Minim Pendaftar, Disdikbud Berdalih Berada di Wilayah Pinggiran

Kemudian Bupati Karanganyar Rober Christanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Kurniadi Maulato, serta sejumlah kepala OPD, pegiat budaya, dan peserta dari berbagai daerah.

Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan PDT Andrey Ikhsan Lubis mengatakan, desa merupakan fondasi penting pembangunan nasional.

Desa memiliki kekuatan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang harus terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga: Satgas MBG Sragen Dukung Kejari Pelototi 117 SPPG

Menurut dia, penguatan identitas budaya desa menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing desa di tengah perkembangan zaman.

”Desa merupakan ruang hidup yang menyimpan kekuatan sosial, budaya, ekonomi, dan ekologi yang sangat besar untuk masa depan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh semangat kolektif untuk membangun desa secara berkelanjutan dan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Andrey menambahkan, pendekatan kolaboratif melalui model octahelix diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai budaya serta kearifan lokal.

Baca Juga: Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah dan Solar, Ratusan KPM di Karanganyar Pilih Kembalikan Paket

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai tuan rumah untuk Gema Desa 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Karanganyar memiliki potensi yang luar biasa, termasuk wisata religi yang dapat terus dikembangkan. Melalui semangat Sesarengan Mbangun Karanganyar, kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengoptimalkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Dalami Laka Bus Sumber Berlian Jaya di Ngargoyoso, Polres Karanganyar Cek Kondisi Sopir dan Armada

Rangkaian kegiatan diawali dengan Workshop Preservasi dan Resiliensi Adat Istiadat serta Nilai-Nilai Budaya Lokal Desa.

Workshop menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karanganyar, serta pegiat adat dan budaya.

Melalui forum diskusi dan pertukaran gagasan, peserta diharapkan mampu merumuskan langkah strategis dalam menjaga ketahanan budaya sekaligus meningkatkan kemampuan desa beradaptasi terhadap berbagai perubahan. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#ngargoyoso #Bupati Karanganyar Rober Christanto #karanganyar #berjo #Candi Sukuh