3 Tahun Tak Ada Pendaftar, SDN 3 Blumbang di Karanganyar Terancam Ditutup

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Kamis, 25 Juni 2026 | 15:24 WIB

 

SDN 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar tampak lengang. (Rudi Hartono/Radar Solo)
SDN 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar tampak lengang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kondisi memprihatinkan menimpa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Selama kurun waktu kurang lebih tiga tahun terakhir, sekolah ini sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru dalam pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB).

​Berdasarkan data terkini, jumlah total siswa yang tersisa di sekolah tersebut kini hanya tinggal 13 anak setelah meluluskan siswa kelas 6 pada tahun ajaran ini.

Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar Minim Pendaftar, Disdikbud Berdalih Berada di Wilayah Pinggiran

Jika tidak ada penambahan murid baru, keberlangsungan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dipastikan kian terancam.

​Pihak kelurahan beserta jajaran guru sebenarnya telah melakukan berbagai upaya proaktif guna menjaring minat calon wali murid.

Koordinator Lingkungan (Korling) Pemerintah Kelurahan Blumbang, Joko Setiono mengungkapkan, sosialisasi intensif berupa kunjungan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) telah dijalankan.

Baca Juga: Muhibah Budaya Sri Sultan Hamengkubuwono X di Sragen Diundur, Ini Penyebabnya

”Kami dari pihak kelurahan bersama para guru sudah berusaha maksimal melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga. Berdasarkan pendataan, sebenarnya ada sekitar enam anak di lingkungan sekitar yang masuk usia siap sekolah dasar,” ujar Joko Setiono, Kamis (25/6/2026).

”Namun, mayoritas orang tua memilih untuk menyekolahkan anak mereka ke tempat lain. Kami tidak bisa memaksa karena itu merupakan hak dan keputusan masing-masing orang tua,” imbuh Joko.

​Ia menambahkan, pada tahun pertama terjadinya penurunan drastis, sempat ada upaya penggabungan (regrouping) dengan Kutap, namun hasilnya tetap nihil.

Baca Juga: Tak Mau Ambil Risiko, Bulog Langsung Instruksikan Penarikan Minyakita di Karanganyar

”Pernah ada satu atau dua siswa, itu pun merupakan anak dari guru sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno mencatat terdapat empat SDN di empat kecamatan yang kekurangan peserta didik dan bahkan nol pendaftar.

”Ya salah satunya yang di Tawangmangu itu, kemudian tiga kecamatan lainnya yakni berada di Jumapolo, Jumantono dan Jenawi,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
Disdikbud tawangmangu karanganyar spmb Blumbang