RADARSOLO.COM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar lagi-lagi tak mendapat pendaftar siswa baru tahun ini.
Fakta pahit itu sudah ternyata sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Selama sistem penerimaan murid baru (SPMB), SDN di lereng Gunung Lawu tersebut tak dilirik sama sekali.
SDN 3 Blumbang menghadapi ancaman penutupan. Terlebih saat ini hanya tersisa 13 murid setelah meluluskan siswa kelas 6 pada tahun ajaran ini.
Baca Juga: Sidak Pabrik Minyakita Berbau Solar, Pemkab Karanganyar Temukan Sejumlah Kejanggalan
Terkait hal itu, Kepala SDN 3 Blumbang Mardani mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan komite, lurah, hingga yayasan terdekat untuk memulihkan kondisi sekolah.
Pendaftaran SPMB diperpanjang hingga Juli mendatang. Selain itu menyiapkan sejumlah program unggulan baru sebagai daya tarik bagi calon siswa.
”Kami mencoba menghadirkan alternatif kegiatan ekstrakurikuler yang menarik. Selain pramuka yang bersifat wajib, kami bekerja sama untuk mengadakan ekstrakurikuler tasfidz atau belajar Alquran,” ujarnya yang baru menjabat sejak akhir Mei 2026.
Baca Juga: Update Kasus Perampokan di Jenar, Polres Sragen Bekuk Penadah Motor dan Ponsel Milik Korban
”Tidak hanya itu, sebagai bentuk stimulus dan daya tarik bagi orang tua, kami juga menyiapkan program bantuan seragam gratis bagi siswa baru yang mendaftar," jelas Margani.
Mardani mengakui, keterbatasan jumlah anak usia sekolah di zonasi SDN 3 Blumbang serta tidak beroperasinya kembali jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di area sekitar turut menjadi faktor penentu minimnya input siswa baru.
Baca Juga: 3 Tahun Tak Ada Pendaftar, SDN 3 Blumbang di Karanganyar Terancam Ditutup
Saat ini, SDN 3 Blumbang yang diperkuat oleh enam orang tenaga pengajar harus bersaing dengan sekolah terdekat lain seperti SDN 1 Blumbang, MI Al-Furqon, dan SD lainnya yang jaraknya berkisar antara 2 kilometer dari lokasi sekolah. (rud/adi)
Editor : Adi Pras