Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

122 Anak di Karanganyar Terpapar TBC, Dinkes Beberkan Wilayah Persebarannya

Rudi Hartono RS • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:55 WIB
Sosialisasi pencegahan TBC yang digelar Dinkes Karanganyar, Kamis (25/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Sosialisasi pencegahan TBC yang digelar Dinkes Karanganyar, Kamis (25/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karanganyar masih menjadi perhatian serius. Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat sebanyak 122 anak di wilayah Bumi Intanpari telah terinfeksi penyakit menular tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karanganyar Winarno mengatakan, TBC kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia dewasa. Penyebaran penyakit tersebut telah menjangkiti seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak.

”Kasus TBC pada anak di Karanganyar tercatat sebanyak 122 kasus dan tersebar di berbagai wilayah. Ini menunjukkan bahwa TBC tidak mengenal usia, sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujarnya saat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Program TBC Komunitas di Karanganyar, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Sidak Pabrik Minyakita Berbau Solar, Pemkab Karanganyar Temukan Sejumlah Kejanggalan

Winarno menyebut, penularan TBC melalui droplet atau percikan saluran pernapasan dari penderita aktif. Karena itu, upaya penemuan kasus secara dini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.

Sebagai upaya percepatan pengendalian TBC, Dinkes Karanganyar menggencarkan skrining melalui Mantoux Test atau tes mantok.

Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan kader komunitas yang tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga: Update Kasus Perampokan di Jenar, Polres Sragen Bekuk Penadah Motor dan Ponsel Milik Korban

”Kami terus memperkuat skrining dengan Mantoux Test dan pemantauan gejala klinis di lapangan. Kader komunitas memiliki peran penting untuk menemukan suspek TBC sedini mungkin sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” terangnya.

Ia menambahkan, tidak ditemukannya kasus TBC di suatu wilayah bukan berarti daerah tersebut bebas dari penularan. Sebaliknya, kondisi itu justru memerlukan upaya pencarian kasus yang lebih intensif.

”Satu penderita TBC aktif yang tidak terdeteksi berpotensi menularkan penyakit kepada banyak orang dalam waktu satu tahun. Karena itu, skrining dan pelacakan kontak harus terus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga: 3 Tahun Tak Ada Pendaftar, SDN 3 Blumbang di Karanganyar Terancam Ditutup

Upaya penanggulangan TBC di Karanganyar juga diperkuat melalui kegiatan Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Program TBC Komunitas yang digelar Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar.

”Dengan adanya dukungan kuat dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami berharap segera lahir kebijakan baru serta langkah-langkah strategis yang efektif untuk mempercepat target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Koordinator Kader SSR Mentari Sehat Indonesia Karanganyar Efitya Fitria Istifarin. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#tuberkulosis #karanganyar #TBC #dinkes karanganyar #pemerintah Kabupaten Karanganyar