RADARSOLO.COM-Pemkab Karanganyar terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan literasi keuangan serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
Komitmen itu ditunjukkan Bupati Karanganyar Rober Christanto saat menghadiri puncak Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026, Sabtu (27/6/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, Rober bersama kepala daerah se-Soloraya menandatangani Nota Kesepakatan Literasi Keuangan dan Sistem Pembayaran.
Bupati Rober mengatakan, penguasaan teknologi dan pemanfaatan transaksi digital menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
"UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat terus berkembang dan bersaing. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing," ujarnya.
Menurut dia, Pemkab Karanganyar akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pendampingan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga perluasan akses pasar.
Usai penandatanganan nota kesepakatan, Rober meninjau stan UMKM asal Kabupaten Karanganyar.
Dia mengapresiasi para pelaku usaha yang terus berinovasi menghasilkan produk unggulan daerah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan, Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026 merupakan bagian dari rangkaian Adi Karya Fest yang menghadirkan ruang promosi, edukasi, dan kolaborasi bagi pelaku UMKM.
Sebanyak 48 stan pameran dari berbagai kabupaten dan kota di Soloraya turut meramaikan kegiatan tersebut. Beragam produk unggulan dipamerkan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
"Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, diharapkan lahir pelaku usaha yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing tinggi, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (rud)
Editor : Tri Wahyu Cahyono