RADARSOLO.COM – Anggaran fantastis senilai lebih dari Rp 7,7 miliar digelontorkan untuk menyokong pendidikan belasan ribu siswa di Kabupaten Karanganyar melalui Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 1.
Guna memastikan dana tersebut tepat sasaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar mengumpulkan ratusan kepala sekolah di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Selasa (30/6/2026).
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno merinci total penerima dana bantuan pendidikan pada Tahap 1 ini didominasi oleh siswa tingkat dasar.
Pihaknya sengaja mengumpulkan para kepala sekolah agar proses distribusi anggaran dari pusat ini tidak mengalami kendala di lapangan.
”Tujuannya adalah agar bantuan PIP yang disalurkan dari pemerintah pusat ini tepat sasaran, kemudian juga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh anak didik kita yang tercatat mendapatkan bantuan tersebut," terang Hendro Prayitno.
Hendro memaparkan, untuk jenjang SD, bantuan mengalir kepada 9.276 siswa dengan total nominal mencapai Rp 4.177.150.000.
Baca Juga: SPMB di Sragen Tercoreng Isu Siswa Titipan via Surat Wakil Bupati
”Untuk perolehan per siswa SD mendapatkan nominal Rp 450 ribu,” jelasnya.
Sementara untuk jenjang SMP, ada 4.768 siswa penerima dengan total anggaran sebesar Rp 3.540.375.000, di mana masing-masing siswa menerima Rp 750 ribu. Selain sekolah formal, negara juga hadir untuk jalur non-formal.
”Untuk jenjang kesetaraan (Paket A, B, dan C) menyasar 39 siswa dengan nominal total semuanya Rp 8.850.000,” imbuh Hendro.
Baca Juga: Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Retribusi PKL Karanganyar Bebas, Hakim Kabulkan sebagian Praperadilan
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan, hadirnya PIP harus menjadi garansi mutlak bagi keberlangsungan sekolah anak-anak di Bumi Intanpari.
”Kami berharap dengan adanya PIP ini, memastikan bahwa anak-anak kita yang belajar di SD, SMP, sampai SMA nanti tidak ada lagi yang putus di tengah jalan karena masalah finansial,” tegas Bupati Rober Christanto.
Mengingat besarnya data penerima, bupati meminta 84 kepala SMP, 379 kepala SD, dan 14 kepala kesetaraan yang hadir untuk proaktif melakukan pengawalan bersama Bank BRI selaku bank penyalur.
Baca Juga: 90 Personel Polres Sragen Naik Pangkat, Dapat Pesan Khusus terkait Kelestarian Lingkungan
”Tolong benar-benar dipantau. Kepala sekolah dan pendidik harus mengawal pencairan hingga penggunaannya. Tadi sudah ada sosialisasi dari BRI, saya minta didampingi siswa-siswanya saat pencairan dana di bank agar berjalan lancar,” tandas bupati. (rud/adi)
Editor : Adi Pras