Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sakral! Puncak Tradisi Wahyu Kliyu Digelar Nanti Malam Tepat 15 Suro di Jatipuro Karanganyar: Berikut Rangkaian Acaranya

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:23 WIB
Sebaran apem dalam Wahyu Kliyu yang digelar di Dusun Kendal, Desa/Kecamatan Jatipuro, Karanganyar. Puncak tradisi ini akan digelar Rabu (1/7/2026) malam. (DOK.RADAR SOLO)
Sebaran apem dalam Wahyu Kliyu yang digelar di Dusun Kendal, Desa/Kecamatan Jatipuro, Karanganyar. Puncak tradisi ini akan digelar Rabu (1/7/2026) malam. (DOK.RADAR SOLO)
 
RADARSOLO.COM- Tradisi tahunan Wahyu Kliyu (sebaran apem) kembali digelar warga Dusun Kendal, Desa/Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, Rabu (1/7/2026).
 
Rangkaian acara yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak berbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu sudah dimulai sejak Selasa (30/6/2026).
 
Baca Juga: Mengintip Interior Mitsubishi Pajero 2026 Terbaru: Perpaduan DNA Tangguh dan Teknologi Modern
 
Adapun rundown acara pada hari ini, Rabu (1/7/2026) yang bertepatan dengan Malam 15 Suro sebagai berikut:
  • Pukul: 10.00 WIB dilakukan Jamasan Pusaka
  • Pukul: 12.30 WIB digelar Kirab Budaya (Rute berakhir/Finish di Lapangan Umum Jatipuro)
  • Pukul: 19.00 WIB acara malam puncak:
- ​Kirab Religi 120.400 Apem
- ​Pemutaran Film Asal-Usul WAHYU KLIYU
- ​Seni Tari Nusantara ​Pagelaran Wayang Kulit + (Dalang Cilik)
  • ​Pukul 00.00 WIB Sebaran Apem (Prosesi puncak pelafalan zikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahyu Kliyu)
 

Diketahui, Wahyu Kliyu digelar setiap bulan Suro. Istilah Suro diambil dari bahasa Arab, yakni bulan Muharram (asyuro) yang ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah.

Sementara Wahyu Kliyu berasal dari bahasa Arab Ya Hayyu Ya Qayyumu, mengandung makna mohon kekuatan dan kehidupan kepada Sang Pencipta.

Serta wujud syukur atas nikmat dan keselamatan yang diterima masyarakat.

Baca Juga: Trauma Tanam Padi, Petani Banyudono Boyolali Merugi Rp5 Juta per Patok Akibat Hama Tikus

Tradisi Wahyu Kliyu semula hanya dilaksanakan di Dusun Kendal, yakni Kendal Lor dan Kendal Kidul, Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar.

Tradisi ini telah digelar secara turun temurun hinggg beberapa generasi.

Bahkan, masyarakat percaya jika menghentikan tradisi Wahyu Kliyu atau sebaran apem ini, maka bisa ditimpa malapetaka.

Kini, tradisi Wahyu Kliyu ini telah menjadi kegiatan seluruh warga di Kecamatan Jatipuro.

Serta menjadi wisata budaya di Kecamatan Jatipuro.

Salah satu yang paling khas dari tradisi ini adalah gunungan apem dan sebar apem.

Baca Juga: Pesan Eksel Runtukaku untuk Jakmania Usai Resmi Bertahan: Kita Bawa Persija Jakarta Juara!

Ya, masyarakat bergotong-royong membuat apem alias sedakah apem dan gunungan apem.

Gunungan apem itu nantinya dikirab saat acara. Dilanjutkan dengan lempar apem atau sebar apem.

"Wahyu Kliyu, Wahyu Kliyu," demikian kalimat yang diserukan saat memulai upacara sebar apem.

Masyarakat pun percaya apem yang disebar itu akan memberikan kesejahteraan dan keberkahan.

Tradisi Wahyu Kliyu yang digelar setiap bulan Suro itu jadi wisata budaya di Kecamatan Jatipuro, Karanganyar.

Serta telah masuk dalam Event Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga: Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Dua Rumah di Selogiri Wonogiri Ludes Dilalap Api

Serangkaian acara turut disajikan untuk memeriahkan gelaran tradisi Wahyu Kliyu ini setiap tahunnya.

Di antaranya pentas ketoprak, wayang kulit, campur sari, dan lainnya. (ria/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jatipuro karanganyar #wahyu kliyu #suro #tradisi