RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mendorong pembangunan ekonomi berbasis keumatan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Ulama dan Umara MUI Karanganyar di Ruang Anthorium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Karanganyar Kurniadi Maulato yang mewakili Bupati Karanganyar Rober Christanto, Ketua MUI Kabupaten Karanganyar Badarudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengurus dan anggota MUI Kabupaten Karanganyar.
Baca Juga: Muscab Partai Demokrat Karanganyar Memanas: Petahana Mundur, Muncul Sosok Potensial
Ketua MUI Kabupaten Karanganyar Badarudin mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara MUI dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Menurutnya, kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai langkah strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat.
”Sinergi ini telah diwujudkan dalam berbagai upaya, mulai dari penanganan persoalan minuman keras, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga penyelesaian berbagai persoalan keagamaan,” ujarnya.
Baca Juga: Babak Baru Investasi Bodong Air Minum Kemasan di Sragen, Kompolnas Surati Kapolda Jateng
Sementara itu, Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato menegaskan pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Peran ulama dinilai sangat penting, baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, pembinaan umat, maupun penguatan ekonomi syariah.
Menurut Kurniadi, salah satu kontribusi strategis MUI adalah mendorong penguatan ekosistem produk halal.
Baca Juga: Eks Pelatih Persika Karanganyar Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas U-17
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
”Kami mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan MUI. Mulai dari menjaga kondusivitas kamtibmas, memberikan pandangan dan fatwa keagamaan, hingga berbagai kontribusi strategis lainnya. Terima kasih atas peran besar MUI dalam menjaga Kabupaten Karanganyar tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Sarasehan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara ulama dan unsur pemerintah daerah. Forum tersebut diharapkan semakin mempererat komunikasi dalam menyikapi berbagai tantangan pembangunan.
Baca Juga: Alihkan Balap Liar dan Vandalisme, Pegiat Seni Sragen Gelar Kompetisi Mural
Sekaligus memperkuat persatuan, kerukunan umat, dan pembangunan daerah yang religius, aman, maju, serta sejahtera. (rud/adi)
Editor : Adi Pras