Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Duh, Karanganyar Tertinggi Kasus IMS Se-Jateng, Penyebaran Didominasi Faktor Ini

Rudi Hartono RS • Senin, 6 Juli 2026 | 17:18 WIB
Ilustrasi Infeksi Menular Seksual (IMS). (AI Generated)
Ilustrasi Infeksi Menular Seksual (IMS). (AI Generated)

 

RADARSOLO.COM – Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menempatkan Kabupaten Karanganyar di posisi puncak dalam temuan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dengan jumlah 391 kasus.

Angka ini melampaui beberapa daerah lain seperti Kabupaten Banyumas dengan 307 kasus dan Kabupaten Pati dengan 247 kasus.

Kendati angka tersebut terbilang tinggi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mengajak masyarakat untuk melihat fenomena ini sebagai momentum pentingnya memperkuat edukasi kesehatan reproduksi (kespro) dan menepis stigma tabu.

Baca Juga: Berkas Kasus Penipuan Calo ASN dan Pegawai BUMD Karanganyar Dikirim ke Kejari, Tunggu Status Lengkap

Kepala Dinkes Karanganyar Dwi Rusharyati menjelaskan, tingginya angka tersebut sebenarnya memiliki sisi positif dari kacamata pencegahan medis.

Lonjakan data terjadi karena tim kesehatan di lapangan bergerak aktif melakukan screening secara masif pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi.

”Ada dua sisi yang harus kita lihat secara bijak. Dari sisi positif, tingginya angka ini menandakan sistem deteksi dini kita berjalan maksimal,” ujar Dwi Rusharyati, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Petani di Sragen Meninggal Tersengat Kabel Sumur Sibel, Begini Kronologinya

”Kelompok berisiko terus kita periksa, sehingga kasus yang semula tersembunyi bisa ditemukan dan penderita bisa langsung mendapatkan pengobatan medis,” imbuhnya.

​Menurutnya, langkah agresif ini sangat krusial untuk membongkar "fenomena gunung es". Jika kasus-kasus tersebut dibiarkan tidak terdeteksi, risiko penularan di tengah masyarakat akan jauh lebih besar dan berbahaya.

Melalui temuan ini, seluruh puskesmas di Karanganyar yang dokternya telah terlatih kini dapat memberikan intervensi pengobatan secara cepat untuk memutus rantai penularan.

Baca Juga: Duh, 441 SDN di Karanganyar Kekurangan Guru: Disdikbud Cari Solusi Darurat

”Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas penderita yang tercatat berada pada kelompok usia dewasa. Faktor pemicunya didominasi oleh hubungan seksual yang tidak sehat pada kelompok rentan, seperti lingkungan pekerja seks komersial (PSK) hingga faktor mobilitas warga yang sering merantau ke luar daerah,” paparnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #bps #dinkes karanganyar #infeksi menular seksual #psk