RADARSOLO.COM – Empat SDN di Karanganyar yang nihil pendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) belum akan di-regrouping.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, SPMB jenjang SMPN berjalan lancar.
Namun tantangan justru muncul pada jenjang SD. Empat SDN minim pendaftar. Yakni SDN Jatiwarno, SDN Tunggulrejo, SDN Blumbang, dan SDN Seloromo.
Baca Juga: Duh, Karanganyar Tertinggi Kasus IMS Se-Jateng, Penyebaran Didominasi Faktor Ini
Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kelurahan Blumbang. SDN 3 Blumbang yang saat ini hanya memiliki total 13 siswa belum memperoleh satu pun peserta didik baru pada SPMB tahun ini.
Sedangkan SDN 1 Blumbang baru mendapatkan sekitar lima siswa. Pendaftar lebih banyak memilih SDN 2 Blumbang.
Menanggapi munculnya usulan regrouping sekolah yang kekurangan murid, Hendro menegaskan pemerintah daerah belum akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Evaluasi baru akan dilakukan pada tahun depan.
Baca Juga: Petani di Sragen Meninggal Tersengat Kabel Sumur Sibel, Begini Kronologinya
”Kami tidak ingin terburu-buru melakukan regrouping karena harus mempertimbangkan kondisi psikologis siswa, orang tua, maupun masyarakat. Tahun ini kami fokus melakukan pembinaan dan evaluasi terlebih dahulu,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Untuk mengatasi minimnya jumlah siswa, disdikbud meminta kepala sekolah dan guru lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Berkas Kasus Penipuan Calo ASN dan Pegawai BUMD Karanganyar Dikirim ke Kejari, Tunggu Status Lengkap
Mereka juga diminta menggandeng tokoh masyarakat mulai tingkat RT, RW, bayan hingga kepala desa agar keberadaan sekolah semakin dikenal dan kembali diminati masyarakat. (rud/adi)
Editor : Adi Pras