Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Cotot Goreng, Kuliner Viral di Tawangmangu Karanganyar yang Wajib Kamu Coba

Annas Rohmanda Purbaningrum • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:30 WIB
Penjual Cotot Goreng di Tawangmangu (Sumber: TikTok @traveler.noona)
Penjual Cotot Goreng di Tawangmangu (Sumber: TikTok @traveler.noona)

RADARSOLO.COM - Belakangan ini, cotot sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang rela mengantre sejak pagi demi mencicipi jajanan tradisional yang satu ini. Tapi, sebenarnya apa itu cotot? Dan mengapa makanan ini bisa menjadi begitu viral hingga antreannya mengular di Tawangmangu?

Perlu diketahui, cotot bukanlah makanan asli Tawangmangu. Jajanan tradisional ini berasal dari Temanggung dan lebih dikenal dengan nama “Entho Cotot”. Cotot dibuat dari singkong kukus yang diisi gula pasir sebelum digoreng hingga renyah. 

Nama “cotot” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “keluar secara tiba-tiba” atau “muncrat”. Nama tersebut menggambarkan sensasi saat menggigit cotot. Lelehan gula pasir hangat yang ada dalam adonan singkong yang langsung meleleh keluar saat digigit mengeluarkan rasa manis yang khas. 

Baca Juga: Berburu Kebaya di Pasar Triwindu, Hidden Gem Fashion Vintage di Solo

Meski bukan tempat asalnya, Tawangmangu sukses mempopulerkan kembali jajanan tradisional ini hingga menjadi salah satu kuliner ikonik yang paling diburu wisatawan. Menikmati cotot goreng yang masing hangat di tengah udara Tawangmangu yang dingin menjadi pengalaman yang membuat banyak orang penasaran untuk mencobanya. 

Kalau ingin mencicipinya, kamu bisa datang ke kawasan sekitar Terminal Tawangmangu. Penjual cotot yang sedang viral ini berjualan menggunakan mobil pikap tepat di depan terminal. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000 untuk 4 buah cotot. Selain itu, kamu juga bisa membeli cotot beku sebagai oleh-oleh seharga  Rp12.000 per 10 buah yang dapat bertahan hingga dua minggu dalam freezer

Ada hal yang membedakan cotot Tawangamangu dengan cotot asli Temanggung. Jika di Temanggung tersedia dalam beberapa variasi, cotot di Tawangmangu ini hanya menyediakan satu varian rasa saja. Bentuknya pun dibuat menyerupai pastel. 

Baca Juga: Menikmati Gurih-Manis Opor Bebek Pincuk Khas Kranggan Klaten, Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

Karena popularitasnya yang terus meningkat, kamu harus datang pagi-pagi sekali, sekitar pukul 07.00 WIB. Tak sedikit pengunjung yang harus mengantre karena cotot sering kali habis dalam waktu singkat. Bahkan, melalui unggahan akun TikTok @devadindayu, penjual cotot goreng Tawangmangu ini mengaku mampu menghabiskan hingga dua kuintal singkong dalam sehari untuk memenuhi tingginya permintaan pembeli. 

Kalau sedang berlibur ke Tawangmangu, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi cotot goreng yang renyah di luar, lembut di dalam, dengan lelehan gula hangat yang lumer di setiap gigitan.

Editor : Kabun Triyatno
#cotot #tawangmangu #makanan khas #viral