Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bendungan Jlantah Jatiyoso Karanganyar Resmi Beroperasi, Pembangunan Telan Rp 1 Triliun

Rudi Hartono RS • Jumat, 10 Juli 2026 | 16:32 WIB
Peresmian Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Peresmian Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar kini resmi beroperasi. Bendungan tersebut diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual pada Jumat (10/7/2026) siang.

Turut hadir Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno.

Tak lupa Bupati Karanganyar Rober Christanto, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Elliana serta jajaran pemerintah kecamatan hingga desa se-Kecamatan Jatiyoso.

Baca Juga: Gempur Arus Globalisasi, Pemkab Karanganyar Wajibkan Penguatan Bahasa Jawa di Sekolah

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Gatut Bayuadji menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya proyek yang sempat terkatung-katung jadwal peresmiannya ini.

Proyek yang dibangun sejak 2019 hingga 2024 ini diketahui menelan anggaran kedinasan yang cukup fantastis.

”Total anggarannya berada di satuan triliun, tepatnya kurang lebih mencapai Rp 1,08 triliun,” ungkap Gatut saat dikonfirmasi di sela-sela acara peresmian.

​Gatut menegaskan fisik utama bendungan saat ini telah selesai 100 persen. Namun, karena bendungan ini bersifat multipurpose (banyak manfaat), pengembangannya di sektor hilir seperti jaringan irigasi akan terus berjalan dan disempurnakan.

Baca Juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X Sebut Sragen sebagai Saudara Tua Jogjakarta: "Kami ke Sini untuk Belajar"

​Berdasarkan data teknis, Bendungan Jlantah diproyeksikan mampu melayani total lahan pertanian seluas 1.494 hektare.

Dari total luas tersebut, sebanyak 806 hektare lahan sudah langsung bisa memanfaatkan aliran air bendungan karena infrastruktur eksisting yang memadai. Sementara itu, 688 hektare sisanya masih berstatus potensial.

”Dari lahan potensial tersebut, sepanjang 458 hektare sudah memiliki jaringan. Namun, ada 230 hektare yang betul-betul membutuhkan cetak sawah baru dan penambahan jaringan irigasi,” urai Gatut.

​Untuk mengejar target sisa lahan tersebut, BBWSBS bergerak cepat menggandeng pemerintah daerah melalui program Instruksi Presiden (Inpres).

Baca Juga: Menanti Realisasi Wamentan Sudaryono, Peternak Ayam Petelur Karanganyar Rela Gadaikan BPKB demi Bertahan

Gatut mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan sekda Jateng dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jateng untuk mendorong usulan tersebut.

”Ketika lahan cetak sawah siap dan jaringan irigasinya dipikirkan, kami yang akan membangun saluran pembawanya. Targetnya agar total keseluruhan 1.494 hektare itu terhubung sempurna,” imbuhnya.

​Aliran irigasi dari Bendungan Jlantah ini nantinya akan mengaliri lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Karanganyar.

Di antaranya Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro hingga Jaten. Adapun program perluasan penambahan jaringan serta cetak sawah baru (230 hektare), fokus utamanya akan menyasar wilayah Kecamatan Jumapolo dan Kecamatan Jatiyoso.

Baca Juga: Bengkel Motor di Kedawung Sragen Terbakar, Kerugian Capai Rp 80 Juta

Gatut juga memastikan aliran bendungan ini murni untuk Karanganyar dan tidak mengalir hingga ke Wonogiri. Karena Wonogiri telah memiliki sistem bendungannya sendiri.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menyambut baik pembukaan bendungan ini. Menurutnya, keberadaan Bendungan Jlantah akan menjadi oase baru bagi stabilitas sektor pertanian dan kesejahteraan warga di Bumi Intanpari.

”Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Karanganyar sangat bersyukur. Ke depan, potensi bendungan ini akan terus dikembangkan secara maksimal untuk membantu warga, khususnya dalam menjaga ketersediaan air pada musim kemarau serta mendukung produktivitas petani pada musim tanam di wilayah Karanganyar,” ujar Rober. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#jatipuro #bbwsbs #karanganyar #bendungan jlantah #jatiyoso