Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bukan Sekadar Sungai, Kali Samin di Karanganyar Simpan Jejak Peradaban Purba hingga Cikal Bakal Listrik Solo

Annas Rohmanda Purbaningrum • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:54 WIB
Salah Satu Jembatan yang Dilintasi Kali Samin. (https://sijean.dpubinmarcipka.jatengprov.go.id/)
Salah Satu Jembatan yang Dilintasi Kali Samin. (https://sijean.dpubinmarcipka.jatengprov.go.id/)

RADARSOLO.COM - Jika mendengar nama Kali Samin, sebagian orang mungkin langsung teringat dengan Ajaran Samin yang berkembang di Blora. Padahal, Kali Samin yang berada di Kabupaten Karanganyar memiliki kisah sejarah yang berbeda.

 Sungai yang membentang sekitar 67 kilometer ini bukan hanya menjadi sumber kehidupan masyarakat tetapi juga menyimpan jejak peradaban purba hingga menjadi saksi awal modernisasi di Solo Raya.

Kali Samin berhulu di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kawasan Tawangmangu. Dari sana, aliran sungainya melewati sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar, seperti Kecamatan Tawangmangu dan Matesih, sebelum akhirnya bermuara ke Sungai Bengawan Solo.

Sejak dahulu, sungai ini menjadi sumber air yang sangat penting bagi masyarakat. Airnya dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang alirannya.

Baca Juga: Sambung Rasa di Pusat Kota, Bupati Klaten Tekankan Kolaborasi Atasi Masalah Sampah dari Hulu hingga Hilir

Akan tetapi, nilai Kali Samin ternyata tidak hanya terletak pada fungsinya sebagai sumber air. Lembah sungai ini juga menyimpan jejak kehidupan manusia sejak ribuan tahun silam. Para arkeolog menemukan persebaran Situs Watu Kandang di beberapa titik sepanjang aliran Kali Samin.

Para peneliti menduga struktur tersebut digunakan sebagai tempat pemujaan leluhur atau kawasan pemakaman masyarakat prasejarah. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Kali Samin telah menjadi tempat bermukim manusia sejak masa lampau karena lokasinya yang dekat dengan sumber air.

Baca Juga: Legendaris Sejak 1977, Sego Tumpang Congor Mbok Semi Boyolali Tawarkan Sensasi Makan di Pawon

Memasuki abad ke-20, Kali Samin kembali memainkan peran penting dalam sejarah. Pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII, dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kali Samin di kawasan Tawangmangu.

PLTA yang diresmikan pada 7 November 1932 itu menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air pertama di Solo Raya. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Praja Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta.

Baca Juga: Vaksin Rabies Gratis di Sukoharjo Diserbu Cat Lover, Pendaftaran Masih Dibuka Via Online

 Kehadiran pembangkit listrik tersebut menjadi tonggak penting modernisasi di wilayah Solo dan sekitarnya, sekaligus turut mendorong berkembangnya kawasan Tawangmangu sebagai destinasi wisata yang mulai dikenal masyarakat pada masa itu.

Hingga kini, Kali Samin masih memegang peranan penting bagi masyarakat Karanganyar. Airnya tetap dimanfaatkan sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah bersama masyarakat juga rutin melakukan penebaran benih ikan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai agar tetap lestari.

Meski membawa banyak manfaat, Kali Samin juga memiliki karakter aliran yang cukup deras, terutama saat musim hujan. Dalam beberapa kesempatan, sungai ini menjadi lokasi terjadinya insiden warga yang terseret arus akibat meningkatnya debit air. Oleh karena itu, berbagai upaya mitigasi bencana terus dilakukan, mulai dari imbauan kepada masyarakat hingga peningkatan kewaspadaan di titik-titik yang dianggap rawan.

 

Editor : Kabun Triyatno
gunung lawu karanganyar solo raya kali samin