RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar memperkuat komitmen penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang inklusif, ramah anak, dan berkualitas. Tujuannya memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan.
Komitmen itu ditegaskan Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto saat melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, akhir pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno.
Suasana hangat dan ceria mewarnai kegiatan. Farida menyapa peserta didik, berinteraksi langsung dengan anak-anak, serta mengajak mereka menuliskan cita-cita dan harapan pada "Pohon Harapan".
Baca Juga: Maksimalkan Hasil Panen, Pangdam IV/Diponegoro Serahkan Alsintan ke Petani Tasikmadu
Pohon itu menjadi simbol semangat belajar, tumbuh, dan meraih masa depan di lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.
Dalam arahannya, Farida menegaskan pendidikan inklusif bukan sekadar program seremonial.
Hal itu merupakan wujud nyata pemenuhan hak setiap anak untuk belajar tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
”Kami ingin tidak ada lagi orang tua yang kesulitan mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Harapan kami, seluruh KB dan TK di Kabupaten Karanganyar dapat menerapkan pendidikan inklusif sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya,” ujar Farida.
Baca Juga: Sumur Mengering, 1.664 Jiwa di Tangen Sragen Krisis Air Bersih
Ia berharap KB/TK yang ada di Karanganyar dapat menjadi sekolah percontohan. Praktik baik yang telah diterapkan di lembaga tersebut diharapkan dapat direplikasi oleh lembaga PAUD lainnya di Karanganyar.
Sementara itu, Kepala KB/TK Aisyiyah Ceporan Wulansari Nurul Amanah menyampaikan, lembaganya berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui kebijakan pembebasan biaya SPP bagi seluruh peserta didik.
”Kami pastikan pembebasan biaya SPP tidak mengurangi mutu pembelajaran. Semua anak tetap mendapat hak pendidikan yang sama dan terbaik,” ujar Wulansari.
Baca Juga: Gudang Pabrik Sendal di Kebakkramat Karanganyar Terbakar, Diawali Suara Ledakan
Pemkab Karanganyar meyakini pendidikan inklusif merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan setiap anak di Karanganyar dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta memperoleh kesempatan setara untuk mengembangkan potensi terbaiknya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras