Karanganyar Peringkat 4 Terendah di Jateng dalam Hal Konsumsi Ikan

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:33 WIB
Bupati dan Ketua PKK Kabupaten Karanganyar saat melakukan tebar benih ikan Jatiyoso, Senin (27/7/2026) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bupati dan Ketua PKK Kabupaten Karanganyar saat melakukan tebar benih ikan Jatiyoso, Senin (27/7/2026) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Angka konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Karanganyar saat ini masih memprihatinkan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, tingkat konsumsi ikan daerah warga Bumi Intanpari baru mencapai 14 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Hal itu menempatkan Karanganyar di urutan keempat terendah dari bawah se-Provinsi Jawa Tengah dalam hal konsumsi ikan.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Buka Diklat Paskibraka 2026, 76 Pelajar Siap Digembleng untuk Kibarkan Merah Putih

Untuk itu, Pemkab Karanganyar menggelar Kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menyasar langsung balita penderita stunting dan kader PKK sebagai benteng ketahanan pangan keluarga.

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar Feriana Dwi Kurniawati menjelaskan, intervensi difokuskan pada desa-desa lokasi fokus (lokus) stunting, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Baca Juga: Malam Membara di Sragen: 52 Ribu Ayam Terpanggang Massal, Mobil Innova Ludes Terbakar

”Konsumsi ikan masyarakat kita baru 14 kg per kapita per tahun, sementara rata-rata Jawa Tengah sudah 16 kg dan nasional jauh di atasnya. Melalui program ini, kami membagikan 100 paket olahan ikan dari APBD serta 100 paket budidaya ikan dalam terpal bundar (Budikdamber) hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia,” terang Feriana di lokasi acara.

​Paket bantuan APBD terdiri atas makanan olahan bernutrisi seperti nugget ikan, bakso ikan, dan lele frozen.

Sementara bantuan dari Bank Indonesia mencakup 100 unit terpal bundar, 8.000 ekor bibit ikan lele (80 ekor per paket), 800 kg pakan lele, serta 300 polybag bibit cabai untuk mendukung pengendalian inflasi pangan dan pemanfaatan pekarangan.

Baca Juga: Berkas Penipuan CASN Oknum BUMD Dilimpahkan ke PN Karanganyar, Perantara Berinisial HS Diburu Polisi

​Paket Budikdamber tersebut dibagi secara proporsional: 50 paket untuk kader PKK dan 50 paket untuk keluarga balita penderita stunting di Desa Wonorejo.

​Feriana menambahkan, guna memastikan keberlanjutan program, hasil budidaya ikan lele dan pemanfaatan pekarangan ini akan dilombakan tiga bulan mendatang setelah masa panen.

Penilaian lomba ditangani langsung oleh TP PKK Kabupaten Karanganyar bersama Pokja III dengan kualifikasi hadiah menarik dari Bank Indonesia.

Baca Juga: Pemicu Angin dari Sragen, Pembudidaya KJA Kedung Ombo Rugi Rp247 Juta Akibat Upwelling

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto.

”Pemenuhan gizi seimbang melalui konsumsi ikan adalah kunci utama mencetak generasi Karanganyar yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Kita harus tingkatkan kesadaran makan ikan dari tingkat keluarga,” ujar Bupati Karanganyar Rober Christanto.

​Dia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal berkualitas tinggi.

Baca Juga: Dorong Kebaya Jadi Busana Harian, Pemkab dan KKI Karanganyar Gelar Parade Budaya di CFD

”Ikan merupakan sumber protein tinggi yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak. Melalui gerakan Gemarikan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ibu, untuk mengkreasikan olahan ikan agar digemari anak-anak. Gotong royong ini komitmen kita bersama menuju Karanganyar bebas stunting,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
Bupati Karanganyar Rober Christanto karanganyar konsumsi ikan gemarikan jatiyoso