RADARSOLO.COM – Skenario yang disusun W, 34, oknum ASN RSUD Karanganyar mantan ajudan pejabat Pemkab Karanganyar terbilang sangat rapi dan meyakinkan.
Demi menguras uang Rp 100 juta dari korbannya, W menggelar gladi bersih berupa wawancara formal palsu di dalam area rumah sakit.
Modus operandi canggih ini terungkap saat rilis kasus penipuan rekrutmen BLUD RSUD di Polres Karanganyar, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Tiga Oknum ASN Pemkab Karanganyar Ditangkap terkait Penipuan Bermodus Rekrutmen Pegawai RSUD
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiono menjelaskan, setelah uang mukanya diterima, W memanggil korban ke ruangan kerjanya di RSUD Karanganyar.
Agar tidak memicu kecurigaan pihak internal, pemanggilan dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari atau di luar jam kerja resmi.
”Korban dipanggil ke rumah sakit di luar jam dinas. Dimasukkan ke ruangan, lalu diwawancarai seolah-olah proses seleksi formal. Di situ korban diyakinkan bahwa bulan Desember 2025 dipastikan sudah menerima SK dan bekerja,” beber Wikan.
Baca Juga: Mencuat, Aroma Money Politic dalam Pemilihan BPD di Sragen
Tak berhenti di situ, W yang berpengalaman di birokrasi pemerintahan memberikan doktrin ketat kepada korban.
”Tersangka memesan agar berkas pendaftaran jangan sampai terlihat orang lain. Korban juga diwanti-wanti, jika ditanya pegawai rumah sakit, wajib menjawab hanya sebagai teman W," tambah kasat reskrim.
Tipu daya tersebut berjalan mulus hingga tenggat waktu yang dijanjikan, yakni Desember 2025, berlalu tanpa kepastian.
Baca Juga: Edarkan Tembakau Sinte Paket Hemat, Pemuda asal Jaten Karanganyar Raup Rp 39 Juta
Surat keputusan (SK) pengangkatan tak kunjung terbit, dan uang ratusan juta rupiah milik korban melayang tanpa kejelasan.
Polisi mencatat sedikitnya ada tiga warga Karanganyar yang menjadi korban komplotan oknum PNS dan PPPK ini, dengan total kerugian berkisar Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per orang.
Penyidik kini terus mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor. (rud/adi)
Editor : Adi Pras