RADARSOLO.COM – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus–September, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Lawu menjadi perhatian serius jajaran Forkompimda Kabupaten Karanganyar.
Guna memastikan kesiapan personel dan armada, apel siaga digelar di Lapangan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Senin (3/8/2026) pagi.
Tak sekadar apel pasukan, kegiatan tersebut juga diwarnai simulasi pemadaman karhutla secara tradisional yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, serta para relawan lokal.
Baca Juga: Proyek Jalan Diduga Asal-Asalan, Forum Peduli Masyarakat Karanganyar Desak Disetop Sementara
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan komitmen Pemkab Karanganyar dalam menjaga ekosistem Gunung Lawu. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah mengusulkan pembangunan embung di kawasan hutan lereng Gunung Lawu kepada Kementerian Kehutanan.
"Kami akan buat usulan resmi ke Kementerian Kehutanan untuk pembangunan embung di atas. Ini langkah antisipasi konkret agar penanganan pasokan air saat terjadi karhutla bisa lebih cepat," tegas Rober usai memimpin apel.
Selain infrastruktur penampung air, pemkab bersama tim gabungan mengerahkan seluruh potensi armada dan alat pemadaman. Rober menambahkan, patroli intensif juga disiagakan pada jam-jam rawan terjadinya kebakaran.
Baca Juga: Dua Polisi Gadungan Dibekuk Polres Sragen, Rampas Motor Pelajar Berkedok Razia
"Kami terjunkan tim untuk patroli pada jam-jam rawan, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat lereng gunung juga terus berjalan tanpa putus," lanjutnya.
Rencana pembangunan embung tersebut mendapat sinyal hijau dari pihak Perum Perhutani.
Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Surakarta, Agus Supriyanto Ganasari, menyatakan siap mendukung penuh wacana tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Ditinggal Arisan Keluarga, Rumah di Tawangmangu Karanganyar Ludes Dilalap Api
"Secara prinsip diperbolehkan dalam Permen LHK Nomor 7 tentang penggunaan kawasan hutan. Jika usulan resmi dari Pemkab Karanganyar sudah masuk, kami support penuh," jelas Agus.
Agus juga mengapresiasi kesadaran warga lereng Gunung Lawu yang makin tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Aktivitas pembuatan arang kayu yang dulu kerap memicu kebakaran hutan kini dilaporkan menurun drastis berkat pembinaan rutin Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tingkat desa.
Baca Juga: Kejutan, Ketua Persatuan BPD Sragen Tumbang di Kandang Sendiri
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengingatkan masyarakat serta para pendaki Gunung Lawu untuk tidak melakukan tindakan ceroboh yang berpotensi memicu timbulnya titik api.
"Kami imbau pendaki dan warga tidak membakar sampah atau lahan, baik disengaja maupun tidak. Jika ditemukan ada unsur kesengajaan membakar hutan, kami tidak segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum pidana yang berlaku," tegas AKBP Arman Sahti.
Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan belum menerima laporan adanya insiden kebakaran hutan di wilayah Karanganyar.
Baca Juga: Sehari, Dua Warga Sragen Ditemukan Meninggal Dunia: Ini Hasil Penyelidikan Polisi
Namun, patroli sinergis antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat peduli api terus ditingkatkan sepanjang puncak kemarau ini. (rud/adi)
Editor : Adi Pras