Kerugian Kebakaran Tawangmangu Capai Rp 130 Juta, Bupati Karanganyar Salurkan Bantuan

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:18 WIB
Bupati Karanganyar Rober Christanto serahkan bantuan ke korban kebakaran di Blumbang, Tawangmangu, Senin (3/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bupati Karanganyar Rober Christanto serahkan bantuan ke korban kebakaran di Blumbang, Tawangmangu, Senin (3/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Nasib malang menimpa Sunar, warga Dusun Blumbang Kidul RT 04/RW 03, Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Rumahnya hangus dilalap si jago merah saat ditinggal arisan keluarga, Minggu (2/8/2026) sore. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil mencapai Rp 130 juta.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) menyambangi lokasi kejadian pada Senin (3/8/2026) siang.

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Gunung Lawu, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Embung Hutan

Bupati Karanganyar Rober Christanto menyerahkan bantuan Rp 20 juta untuk meringankan beban korban.

Turut hadir Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Karanganyar.

Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo menjelaskan, insiden kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni.

Baca Juga: MBG Kembali Berjalan, Harga Telur Ayam Peternak Lokal di Sragen Masih Anjlok

”Korban beserta keluarga sedang tidak berada di rumah karena menghadiri acara arisan keluarga di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar,” ujar Eko Joko Widodo.

Kejadian bermula ketika warga setempat melihat kepulan asap dan kobaran api membubung dari bagian dalam rumah milik korban. Mengetahui rumah dalam keadaan terkunci dan kosong, warga meminta bantuan BPBD.

”Sekira pukul 16.10 WIB, api berhasil dipadamkan secara total. Petugas di lapangan kemudian melakukan proses pendinginan hingga pukul 16.30 WIB untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi menyala kembali,” tambah Eko.

Baca Juga: Proyek Jalan Diduga Asal-Asalan, Forum Peduli Masyarakat Karanganyar Desak Disetop Sementara

​Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara dan laporan lapangan, penyebab utama kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik (hubungan arus pendek).​

”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa Bapak Sunar dan keluarga. Kerugian yang dialami cukup besar, mencapai Rp 130 juta,” ujar Bupati Rober.

​Bupati menjelaskan, bantuan tunai sebesar Rp 20 juta ini merupakan bentuk kolaborasi dan gotong royong antara Pemkab Karanganyar, BAZNAS, PMI, dan BPBD.

Baca Juga: Dua Polisi Gadungan Dibekuk Polres Sragen, Rampas Motor Pelajar Berkedok Razia

”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu teliti memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor matikan, dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Langkah kecil ini sangat penting guna meminimalkan risiko kebakaran,” tandas bupati. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
tawangmangu Bupati Karanganyar Rober Christanto karanganyar kebakaran korsleting listrik