RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar bersiap melakukan revitalisasi kawasan Pasar Papahan.
Menyusul dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada tepat di tengah kompleks pasar. Bahkan, puluhan kios pedagang yang berdiri di atas lahan aset desa bakal dibongkar.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Papahan Suwardi menjelaskan, rencana penataan aset pasar sebenarnya telah disepakati melalui musyawarah desa (musdes) sejak Desember 2025.
Baca Juga: Sambut HUT RI, Pemkab Karanganyar Cat Ulang Wajah Kota
Namun, pengerjaan fisik tidak bisa dilakukan terburu-buru. Lantaran pemdes harus menaati mekanisme regulasi tata kelola aset daerah.
”Kami tidak bisa serta-merta langsung membongkar. Semua ada prosedurnya. Harus mengajukan izin penghapusan aset kepada bupati,” ujar Suwardi, Rabu (5/8/2026).
Proses administrasi tersebut kini telah menunjukkan titik terang. Disposisi izin dari Bupati Karanganyar telah turun pada awal Juli lalu dan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes).
Baca Juga: Evakuasi Sempat Dramatis, Pasien Obesitas 300 Kg di Sragen Hembuskan Napas Terakhir
Pemdes bersama instansi pembina aset daerah juga telah menggelar rapat koordinasi untuk membentuk panitia penaksir nilai (appraisal) guna proses lelang resmi penghapusan aset.
Suwardi menyebutkan, ada sekitar 50 unit kios yang masuk dalam sasaran penataan. Kios-kios di sisi selatan akan dibongkar total untuk dijadikan akses pintu masuk utama serta area terbuka.
Sementara itu, deretan kios di sisi timur dan barat akan ditata ulang untuk mengakomodasi pedagang, PKL, dan UMKM lokal Papahan.
Baca Juga: Target Bulan Dana PMI Karanganyar Sebesar Rp 1,9 Miliar
Terkait status para pengguna kios, Suwardi menegaskan masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) yang mereka kantongi selama lebih dari 20 tahun telah berakhir.
Secara hukum, penguasaan bangunan dan lahan telah kembali menjadi milik Pemdes Papahan.
”Kami sudah menyosialisasikan hal ini kepada warga. Saat ini sebagian kios sudah kosong. Bagi pedagang yang masih aktif, Pemdes menyiapkan solusi relokasi sementara di sisi utara agar mereka tetap bisa beraktivitas,” terangnya.
Baca Juga: 58 Posisi Kepsek di Sragen Terisi, Satu Disanksi Buntut Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang
Rencana revitalisasi ini mendapat tanggapan dari para penghuni kios. Sugeng, 52, salah seorang pengguna kios mengaku mendukung upaya penataan kawasan pasar agar lebih bersih dan modern. Namun, ia berharap Pemdes memberi perhatian khusus kepada para pedagang lama.
”Pada dasarnya kami mendukung penataan ini supaya pasar tidak kumuh dan lebih ramai. Namun, kami memohon agar pemdes bisa mengoptimalkan penataan ini dengan memprioritaskan pedagang atau pengguna kios lama untuk bisa kembali menempati kios setelah proses revitalisasi selesai,” harap Suparno. (rud/adi)
Editor : Adi Pras