Genjot Kualitas Kopi Gunung Lawu, Pemkab Karanganyar Gencarkan Hilirisasi

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:16 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto saat melakukan kunjungan ke produksi kopi Jenawi. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto saat melakukan kunjungan ke produksi kopi Jenawi. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Potensi perkebunan kopi di kawasan lereng Gunung Lawu terus dipacu agar tak sekadar menjual biji mentah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggencarkan strategi hilirisasi komoditas unggulan Kopi Jenawi.

Targetnya jelas, yakni mengubah hasil panen menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi guna mendongkrak ekonomi petani lokal.

Baca Juga: Truk KDMP Dipakai untuk Angkut Tebu, Pemkab Sragen Buka Suara

​Komitmen tersebut dikonkretkan melalui Pelatihan Pascapanen Kopi di Kelompok Tani (Poktan) Rejeki Barokah, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, belum lama ini.

​Guna memberikan dukungan penuh, kegiatan dihadiri langsung Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar dr. Farida Rober Christanto, Ketua Bidang I TP PKK Wulan Adhe Eliana, pengurus TP PKK, serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati.

​Aksi panen kopi bersama menjadi pembuka acara sebagai simbol keberpihakan terhadap perjuangan para petani.

Baca Juga: Dipasang Garis Polisi, Penyidik Angkut Dokumen dan Perangkat Elektronik dari Kantor BMT Alfa Dinar Karangpandan Karanganyar

Selepas itu, para petani diajak menyelami praktik pengolahan pascapanen—mulai dari proses sortasi ketat, teknik pengolahan, hingga penanganan biji kopi (green bean) demi menghasilkan standar mutu teratas.

​Ketua TP PKK Karanganyar Farida Rober Christanto menyampaikan, seluruh wilayah di Karanganyar menyimpan keunggulan tersendiri yang harus terus dipoles agar memberikan manfaat ekonomi nyata.

​"Jenawi memiliki potensi perkebunan kopi yang sangat baik. Potensi ini harus kita dorong agar menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Farida saat memberikan arahan.

Baca Juga: DPRD Sragen Soroti Jadwal Pengisian BPD, Rentan Sengketa dan Cacat Hukum

​Farida menambahkan, melesatnya tren konsumsi kopi di berbagai daerah merupakan momentum emas.

Petani tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus memanfaatkan peluang tersebut dengan melahirkan produk lokal berdaya saing tinggi.

​Senada, Kepala Dispertan PP Karanganyar Feriana Dwi Kurniawati mengungkapkan, Poktan Rejeki Barokah telah disokong bantuan satu paket peralatan pascapanen kopi dari Pemkab Karanganyar. Bantuan sarana ini diproyeksikan mempercepat modernisasi pengolahan kopi di tingkat tapak.

​"Kami ingin petani tidak hanya jago bercocok tanam, tetapi juga paham betul proses pascapanen. Dengan mutu produk yang naik kelas, Kopi Jenawi akan kian dikenal di pasar yang lebih luas," ungkap Feriana.

Baca Juga: Bekuk Pengedar Sabu 9,37 Gram Di Mojolaban, Dipecah Jadi Puluhan Paket

​Melalui perpaduan peningkatan kapasitas SDM dan sokongan alat pascapanen, Pemkab Karanganyar optimistis Kopi Jenawi mampu menjadi ikon komoditas baru.

Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi pengembangan kawasan pertanian berbasis agrowisata di lereng Gunung Lawu. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
Farida Rober Christanto pkk karanganyar gunung lawu karanganyar kopi