RADARSOLO.COM – Ribuan porsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Jaten, Karanganyar terpaksa ditarik kembali sebelum sempat dikonsumsi penerima manfaat, Rabu (12/8/2026).
Langkah tegas ini diambil usai ditemukannya indikasi olahan daging ayam yang tidak layak konsumsi saat proses produksi.
Salah satu lokasi terdampak berada di SDN 2 Jati. Armada dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengangkut makanan sempat terparkir di halaman sekolah sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, sebelum boks makanan diturunkan untuk 94 siswa dari kelas 1 hingga 6, kendaraan tersebut langsung berputar balik menuju dapur SPPG.
Baca Juga: 24 PPPK Pemkab Karanganyar Pilih Mundur, Ini Alasannya
”Dari pihak SPPG menginformasikan adanya sebagian kecil menu ayam yang kurang layak konsumsi. Karena itu, pengiriman MBG hari ini dibatalkan,” ujar Roni, salah seorang guru SDN 2 Jati.
Pihak sekolah pun langsung menyampaikan kondisi tersebut kepada para siswa yang telah menanti jatah makan siang mereka.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Insan Berlian Sejahtera, Abra Yoda Raya membenarkan penarikan total 2.957 porsi makanan tersebut.
Menu yang terdiri dari nasi putih, ayam rempah, tempe mendoan, sayur sawi-wortel, serta buah anggur itu akhirnya dimusnahkan demi keamanan konsumen.
Abra menjelaskan, temuan masalah berawal dari laporan chef dan ahli gizi saat pengolahan batch kedua yang mencakup sekitar 2.000 porsi.
Padahal, kondisi bahan baku saat diterima dari penyedia (supplier) lokal Karanganyar hingga proses pembersihan awal terpantau normal.
”Saat batch kedua dimasak, chef dan ahli gizi melapor bahwa aroma dan rasa olahan ayam tersebut tidak enak,” ungkap Abra saat ditemui di lokasi SPPG Desa Jati.
Baca Juga: Kawal Pilkades Serenak, Polres Karanganyar Siapkan Pospam di Titik Strategis
Sesuai standar operasional prosedur (SOP), Abra memverifikasi laporan itu dengan mencicipi langsung olahan ayam rempah tersebut. Tak lama kemudian, ia mengalami reaksi mual hingga muntah sebanyak tiga kali.
Guna mengantisipasi risiko keracunan masal, SPPG mengambil tindakan cepat dengan menarik seluruh distribusi batch kedua yang menyasar ibu hamil. Sekaligus menarik kembali batch pertama yang rencananya dibagikan kepada para pelajar sekolah dasar.
”Dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua porsi kami tarik dan musnahkan. Indikasi masalah hanya ada pada olahan ayam, sementara bahan lain aman,” tegas Abra. (rud/adi)
Editor : Adi Pras