RADARSOLO.COM – Jaminan ketahanan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Solo Raya dipastikan aman hingga musim panen mendatang.
Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta resmi menggelontorkan pasokan beras dalam skala masif.
Yakni sekitar 25.000 ton, yang ditujukan bagi 860 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh wilayah Solo Raya.
Baca Juga: Bupati Rober Kukuhkan 76 Paskibraka Karanganyar, Siap Jalankan Amanah Merah Putih
Program bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026 ini mulai disalurkan secara serentak.
Pembagian perdana ditandai di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar akhir pekan ini.
Dalam penyaluran perdana tersebut, sebanyak 152 PBP terdata menerima total 4.560 kilogram beras medium.
Baca Juga: Bupati Rober Kukuhkan 76 Paskibraka Karanganyar, Siap Jalankan Amanah Merah Putih
Pemimpin Bulog Cabang Surakarta Dwi Yuniarko menegaskan, ketersediaan stok beras di gudang-gudang penyimpanan Bulog se-Solo Raya saat ini berada pada posisi yang sangat kuat dan melimpah.
”Sampai dengan saat ini, persediaan beras di gudang-gudang Bulog se-Solo Raya dapat mencukupi kebutuhan penyaluran bantuan pangan dan dalam kondisi aman sampai dengan musim panen berikutnya,” ujar Dwi.
Dengan kapasitas pasokan yang memadai, setiap keluarga penerima manfaat langsung mendapatkan jatah 30 kilogram beras medium sekaligus akumulasi jatah 10 kg per bulan untuk alokasi tiga bulan.
Baca Juga: Terpeleset di Sawah, Lansia di Sragen Ditemukan Tak Bernyawa
Seluruh data penerima bantuan ini diselaraskan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan ketepatan sasaran.
Penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan beras medium ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam menjaga stabilitas pasokan di tingkat daerah.
Penggelontoran puluhan ribu ton beras secara serentak ke masyarakat diharapkan mampu meredam gejolak harga pangan di pasar.
Baca Juga: Lelang Barang Bukti dan Barang Rampasan, Kejari Karanganyar Setor Rp 374 Juta ke Kas Negara
”Kami harap penyaluran bantuan pangan ini dapat berjalan dengan lancar dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat serta mengendalikan tingkat inflasi,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras