RADARSOLO.COM - Umat Hindu di lereng Gunung Lawu bersama semeton pengempon bersatu mempersiapkan perhelatan spiritual Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, lan Mapadudusan di Pura Sapta Pandita lan Patilasan Kyayi Ageng Pemacekan, Karangpandan, Karanganyar.
Ritual agung menyambut hari suci Purnama Katiga tersebut dijadwalkan mencapai puncak prosesinya pada Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan Dudonan Karya, rangkaian prosesi telah bergulir sejak pertengahan Agustus. Tahapan diawali dengan upacara Matur Piuning Karya dan Maguru Piduka pada Rabu (12/8/2026), serta pengambilan air suci (Nunas Tirtha Pemuket lan Pemuput) langsung dari Bali pada Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Miliki 16,5 Gram Sabu, Sopir Truk Ekspedisi di Banyudono Boyolali Diancam Penjara Seumur Hidup
Koordinator Acara Mangku Yosh menjelaskan, panitia beserta warga pengempon secara intensif memantapkan persiapan sarana upakara maupun fisik di area pura.
"Persiapan saat ini terus kita matangkan agar seluruh tahapan ritual berjalan lancar, khidmat, dan labda karya. Memasuki Minggu (23/8), kami menggelar prosesi Melaspas Tetaring, Negtegang lan Ngingsah, Newasain Karya, hingga Ngadegang Tapini lan Sunari yang dipuput oleh Sulinggih," terang Yosh, Minggu (23/8/2026).
Sinergi spiritual antara tradisi Jawa dan Bali tampak dalam tahapan selanjutnya.
Panitia dijadwalkan memohon air suci dari situs-situs keramat di tanah Jawa melalui upacara Nuwur Tirtha-tirtha Jawa pada Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Dipergoki Istri Korban Saat Masuk Rumah, Maling Uang Belasan Juta di Tanon Sragen Diringkus
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Mapepada Wewalungan (Pecaruan) pada Selasa (25/8/2026), serta Tawur Melasti pada Rabu (26/8/2026).
Puncak Karya akan diselenggarakan tepat pada hari suci Purnama Katiga, Wrehaspati Umanis Wuku Matal, Kamis (27/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Pihak panitia mengimbau kepada seluruh pamedek untuk selalu menjaga kekhidmatan dan ketertiban selama prosesi pemuputan oleh Sulinggih berlangsung. (rud)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com