RADARSOLO.COM - Dampak kebakaran sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, mulai dirasakan warga Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.
Sejumlah warga di Dusun Sulurejo, khususnya wilayah RT 8, mulai mengeluhkan batuk hingga sesak napas akibat paparan asap.
Salah seorang warga, Wiwik, 58, mengatakan keluhan tersebut mulai dirasakan sejak Rabu (2/9/2026) malam.
Baca Juga: Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Berdampak ke Warga Plesungan, BPBD-PMI Karanganyar Bagikan Masker
Beberapa warga bahkan mengalami sesak napas sehingga memilih menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
“Sejak malam sudah ada beberapa warga yang merasa sesak napas. Sekarang warga menggunakan masker,” ujar Wiwik, Kamis (3/9/2026).
Tak hanya asap, debu yang terbawa angin dari kawasan TPA juga mulai mengganggu warga.
Baca Juga: Barista asal Sragen Sekap Gadis Solo hingga Hamil, Ancam Pakai Senjata Api
Partikel debu yang beterbangan disebut membuat sejumlah warga mengalami iritasi pada mata.
Kondisi tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker mulai terlihat di sejumlah titik permukiman, terutama warga yang tetap harus melakukan aktivitas di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Sejarah TPA Putri Cempo Solo, Kini Terbakar Lagi: Gunung Sampah Sejak 1986 hingga Transformasi PLTSa
Hal senada juga diungkapkan, Sutarman, 59, beberapa warga khususnya mereka yang sudah lanjut usia dan memiliki riwayat batuk atau asma juga merasakan hal serupa.
Pihaknya berharap agar pihak terkait untuk segera bisa menuntaskan persoalan kebakaran sampah tersebut.
"Ya meski sudah padam, asapnya itukah sekarang banyak mas, malah kalau ada apinya itu asapnya sedikit. Ini kan jaraknya hanya sekitar 500 meter saja dari TPA itu mas," papar Sutarman.
Baca Juga: 1.000 KK di Plesungan Karanganyar Terdampak Kebakaran TPA Putri Cempo
Pantauan di lokasi, kepulan asap masih terlihat membumbung tebal dari kawasan TPA Putri Cempo.
Arah angin membawa sebagian asap dan debu menuju wilayah permukiman di Desa Plesungan yang berjarak sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari lokasi kebakaran.
Sejumlah warga di Dusun Sulurejo yang beraktivitas di luar rumah terlihat mengenakan masker.
Pemdes Plesungan bersama petugas terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga.
Baca Juga: Izin Pusat Klir Tapi Daerah Belum Rampung, Desak Pemkab Sragen Tindak PT Donglong
Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas Gondangrejo, BPBD, dan PMI bergerak mendistribusikan masker kepada warga terdampak.
Sekitar 800 masker disiapkan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap dan debu.
Pemdes Plesungan juga menyiapkan posko sementara di wilayah RT 8 dan RT 9, Dusun Sulurejo, sebagai langkah antisipasi apabila kondisi memburuk.
Hingga Kamis pagi, belum ada laporan warga yang mengungsi dan masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing. (rud/adi)
Editor : Adi Pras