RADARSOLO.COM - Dampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo mulai dirasakan di sektor pendidikan.
Paparan asap tebal mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.
Salah satunya di SD Negeri 02 Plesungan dan TK yang berada di sampingnya.
Baca Juga: Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Berdampak ke Warga Plesungan, BPBD-PMI Karanganyar Bagikan Masker
Guna mengantisipasi gangguan kesehatan pada anak-anak, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa kelas 1, kelas 2, serta murid TK lebih awal pada Kamis (3/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno mengonfirmasi bahwa kepulan asap dari TPA Putri Cempo sempat masuk hingga ke dalam ruang kelas.
Kondisi tersebut sangat bergantung pada arah hembusan angin di lokasi.
Baca Juga: TPA Tanggan Kapasitas Tembus 90 Persen, DLH Sragen Tegas Tolak Sampah dari Solo
"Pagi tadi asapnya sempat masuk ke SD tersebut karena menyesuaikan arah angin. Kalau angin berhembus ke utara, asapnya mengarah ke sekolah," ujar Hendro usai meninjau lokasi.
Akibat kondisi tersebut, siswa kelas 1 dan 2 yang biasanya pulang pukul 12.00 WIB, sudah dipulangkan sejak pukul 10.00 WIB.
Langkah serupa juga diterapkan bagi murid TK yang lokasinya bersebelahan persis dengan bangunan SD.
Kendati demikian, untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6 tetap melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.
Baca Juga: 1.000 KK di Plesungan Karanganyar Terdampak Kebakaran TPA Putri Cempo
"Untuk kelas 6 dan kelas lainnya tadi tetap lanjut KBM. Kebijakan ini diambil dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan," tambahnya.
Sebagai langkah penanganan awal, disdikbud telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membagikan masker gratis kepada para siswa dan guru.
Hingga saat ini, pihak dinas belum mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah secara total.
Baca Juga: Barista asal Sragen Sekap Gadis Solo hingga Hamil, Ancam Pakai Senjata Api
Proses pembelajaran dipastikan masih berjalan normal dengan pemantauan ketat.
"Belum ada opsi meliburkan. Pembelajaran masih normal, tetapi fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan. Kami imbau seluruh siswa dan guru untuk wajib mengenakan masker selama beraktivitas di sekolah," tegas Hendro. (rud/adi)
Editor : Adi Pras