RADARSOLO.COM–Kepulan asap pekat dampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo kian meluas ke wilayah lain.
Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, Pemkab Karanganyar mendirikan posko pengungsian darurat guna menampung warga terdampak.
Pantauan radarsolo.jawapos.com, sejumlah warga tampak mengungsi ke Gedung Olahraga (GOR) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Sabtu (5/9/2026).
Mereka sudah berada di GOR UTP sejak Jumat (4/9) malam.
Baca Juga: Mobil Hybrid atau Mobil Diesel? Ini Jawaban Mana yang Paling Irit untuk Perjalanan Jauh
Warga terpaksa mengungsi karena hembusan angin membawa asap tebal melingkupi permukiman yang berjarak sekitar 700 meter dari titik api TPA Putri Cemp.
Di dalam area GOR UTP, sejumlah lansia dan ibu-ibu memilih beristirahat di atas kasur lipat, sementara anak-anak mencoba mengalihkan kebosanan dengan bermain bola.
Fasilitas pendukung seperti bantuan logistik, unit ambulans, hingga posko pelayanan kesehatan terlihat siaga penuh melayani kebutuhan dasar para pengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Sugiharjo menjelaskan, pemilihan GOR UTP untuk lokasi mengungsi karena dinilai representatif, aman dari paparan asap, serta dekat dengan permukiman.
"Pengungsian di sini sifatnya tentatif. Kalau asap tidak mengarah ke utara (permukiman), sebagian warga pulang. Namun jika situasi kembali membahayakan, mereka balik lagi ke sini," ujar Sugiharjo, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: PSIM Jogja Incar Tiga Poin Kado Ulang Tahun ke-97, sang Dirut Ungkap Harapannya
Lebih lanjut, Sugiharjo membeberkan bahwa fasilitas GOR UTP hanya dapat difungsikan hingga Selasa (8/9/2026) karena lokasi setempat akan digunakan untuk wisuda mahasiswa UTP pada Rabu (9/9/2026).
"Rencananya lokasi pengungsian akan bergeser ke lapangan tenis di seberang GOR dengan mendirikan tenda darurat. Kami berharap sebelum Selasa kondisi lingkungan sudah aman," tambahnya.
Sementara itu, paparan asap kebakaran TPA Putri Cempo menyebabkan seorang lansia dievakuasi Puskesmas Gondangrejo lantaran mengalami sesak napas akut.
Lansia tersebut dirujuk dan diantar langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto, saat melakukan peninjauan mendadak ke lokasi pengungsian.
Baca Juga: Nissan Juke vs Honda HR-V Tahun 2015, Selisih Harga Tipis, Fitur dan Kabin Jauh Berbeda
Terpisah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Plesungan Sumarno mengonfirmasi peningkatan jumlah warga yang dievakuasi ke posko penampungan.
Kerentanan kelompok usia rentan menjadi alasan utama percepatan langkah evakuasi tersebut.
"Sekitar 130 orang mengungsi. Mayoritas merupakan lansia dan balita," terangnya. (rud/wa)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com