RADARSOLO.COM – Pendakian Gunung Lawu memasuki babak baru. Jalur Cemoro Kandang, Tawangmangu; dan Candi Cetho, Jenawi yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar mulai menerapkan sistem e-ticketing.
Hal itu untuk memangkas proses administrasi sekaligus menata pendataan pendaki. Pendaftaran secara daring resmi dibuka mulai Kamis (10/9/2026).
Namun, sistem tersebut baru dapat digunakan untuk pemesanan jadwal pendakian mulai 1 Oktober 2026. Adapun pendakian sepanjang September masih menggunakan registrasi secara langsung di pos (offline).
Baca Juga: Nyamar Jual Sembako, Toko di Jaten Karanganyar Ini Ternyata Jualan Miras
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar Titin Riyadiningsih mengatakan, digitalisasi dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan retribusi pendakian.
Selain itu, sistem tersebut diharapkan membuat pelayanan di basecamp lebih efisien sekaligus mendukung konsep wisata berbasis lingkungan atau ecotourism.
Perubahan paling kentara dirasakan pendaki saat proses check-in. Pengelola tidak lagi menahan KTP sebagai bagian dari administrasi pendakian.
Baca Juga: DPRD Sragen Desak Polemik PT Donglong Textile Semarang Segera Dirampungkan
”Selama ini KTP pendaki kan ditahan di pos saat check-in. Di sistem baru ini tidak perlu lagi. Data pendaki sudah tersimpan rapi dan akuntabel di basis data kami,” ujar Titin, Kamis (10/9/2026).
Pendaki yang telah melakukan pemesanan cukup menunjukkan kode barcode saat tiba di pos. Petugas kemudian melakukan pemindaian dan memverifikasi kelengkapan bawaan melalui proses mandatory check.
Data mengenai logistik, riwayat kesehatan, hingga perlengkapan pendakian juga diisi calon pendaki melalui sistem saat melakukan registrasi.
Baca Juga: Cetak SDM Unggul Bebas Narkotika, Bupati Karanganyar Ajak Pelajar Garap Peluang Kerja Global
Petugas di lapangan tinggal mencocokkan data tersebut dengan kondisi fisik pendaki dan barang bawaan.
Tak berhenti di pintu keberangkatan. Saat turun gunung, pendaki juga diwajibkan melakukan check-out secara mandiri melalui sistem barcode.
Mekanisme tersebut diharapkan memudahkan pengelola memantau data pendaki yang masih berada di jalur.
Digitalisasi juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan kertas. Di sisi lain, pencatatan transaksi secara terintegrasi diharapkan mampu memperkecil potensi kebocoran pendapatan dari retribusi pendakian.
Baca Juga: Polres Sragen Bekuk Residivis Lintas Kota asal Surabaya, Lima TKP Pencurian Terungkap
”Kami mengelola alam, sehingga efisiensi kertas dan transparansi menjadi fokus utama kami,” tegas Titin.
Meski demikian, penerapan e-ticketing belum langsung sepenuhnya meninggalkan sistem konvensional. PUD Aneka Usaha tetap menyediakan layanan registrasi offline di basecamp.
Layanan tersebut akan berjalan secara paralel selama tiga bulan, Oktober hingga Desember 2026. Masa tersebut sekaligus menjadi periode uji coba dan evaluasi sistem baru.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Warning Kades Tutup Celah Sengketa Hukum dalam Pilkades
Titin menyebut langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kendala teknis selama penerapan awal.
PUD Aneka Usaha menggandeng web developer profesional dalam pengembangan platform guna menjaga keandalan sistem ketika diakses banyak calon pendaki.
”Ini sistem baru, tentu kami antisipasi kemungkinan timbulnya margin error. Makanya layanan offline di posko basecamp tetap kami operasikan secara paralel selama masa evaluasi tiga bulan ini,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras