RADARSOLO.COM – Pergerakan kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu yang menjalar dari wilayah Magetan dan Ngawi, Jawa Timur terus diwaspadai.
Tim gabungan Pemkab Karanganyar, Perhutani, TNI-Polri, hingga para relawan bergerak cepat memperketat benteng pertahanan di jalur Jawa Tengah, khususnya kawasan Cetho, Kecamatan Jenawi.
Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara Hisyam Zulfikar mengungkapkan bahwa jarak titik api utama di Jawa Timur saat ini berjarak sekitar 4 kilometer dari perbatasan Jawa Tengah.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Siapkan Rp 9 Miliar untuk Pilkades di 144 Desa
Namun, pergerakan angin yang mengarah ke barat laut membuat titik api terus meluas hingga memunculkan dua titik baru.
”Jarak dari titik api menuju kawasan Gupokan Menjangan yang menjadi pertemuan jalur pendakian Cetho, Singit, dan Jogorogo itu tinggal sekitar 3 kilometer. Api masih aktif di sisi Jawa Timur dan terus meluas karena dorongan angin,” terang Hisyam, Rabu (16/9/2026).
Guna mencegah si jago merah menyeberang ke wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, langkah-langkah antisipasi cepat langsung dieksekusi di lapangan.
Baca Juga: Pabrik Mebel Milik Jokowi di Sragen Terbakar, Dipicu Pipa Oli Bocor
Sebelum rapat koordiansi digelar, para pemilik warung dan relawan lokal telah lebih dulu melakukan pembersihan dan penyekatan di sekitar Pos 5 jalur pendakian.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Sugiharjo menegaskan, seluruh elemen kebencanaan telah disiagakan secara penuh.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, KPH, TNI-Polri (Koramil, Polsek, Kodim, dan Polres), pihak kecamatan, serta organisasi relawan langsung mendirikan posko siaga di kawasan Cetho.
Baca Juga: Sejumlah Bankeu Desa di Karanganyar Dicoret, Dispermades Beberkan Penyebabnya
”Hari ini kami menggelar rapat koordinasi di Pos Cetho untuk menindaklanjuti laporan pergerakan api. Tim gabungan langsung digerakkan untuk membuat ilaran atau sekat bakar guna memutus jalur perambatan api agar tidak masuk ke wilayah Karanganyar,” tegas Sugiharjo.
Selain membuat sekat bakar di titik-titik rawan, personil gabungan juga dikerahkan untuk melakukan pemantauan berkala terhadap dinamika titik api di lapangan.
Seluruh daya dan upaya disiapkan agar kebakaran tidak sampai menerobos benteng pertahanan di sisi Jawa Tengah. (rud/adi)
Editor : Adi Pras