RADARSOLO.COM – Proses serah terima gerai pergudangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Karanganyar memasuki tahap krusial.
Tim tingkat kabupaten yang dipimpin Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato tengah melakukan verifikasi dan validasi (verval) sebelum aset diserahkan ke desa maupun pengurus koperasi.
Verval dilakukan bertahap terhadap 117 gerai pergudangan KDMP dari total 149 bangunan koperasi yang telah dibangun. Hingga Senin (21/9/2026), tim sudah menyelesaikan verval terhadap lebih dari 60 bangunan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Transmigrasi Energi dan Sumber Daya Mineral (Diskuktrans ESDM) Karanganyar Sriono Budi Santoso mengatakan, verval menjadi mekanisme wajib sebelum serah terima.
”Kami memotret kondisi bangunan, kondisinya seperti apa, sarpras apakah sudah sesuai dengan ceklist yang ada,” kata Budi, Kamis (24/9/2026).
Dari 177 desa/kelurahan di Karanganyar, gerai pergudangan KDMP telah dibangun di 147 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Baca Juga: Pemerintah Kecamatan Karangmalang Sragen Kirim Bantuan Air Bersih ke Utara Bengawan
Verval, lanjutnya, hanya memotret fisik bangunan dan kelengkapan sarana prasarana sesuai ceklist.
Hasil verval selanjutnya akan diunggah melalui aplikasi Simkopdes. Hasilnya kemudian akan diperiksa Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
”Kami menunggu apakah nanti ada rekomendasi dari BPKP atau tidak,” ujar Budi.
Dia menjelaskan, KDMP baru bisa beroperasi setelah serah terima gerai ke pihak desa atau pengurus koperasi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Jualan, HIPMI Sragen Cari UMKM ‘Tahan Banting’ Gandeng Investor hingga Perbankan
Selain itu, menunggu penempatan manajer koperasi serta pengisian barang-barang di gerai.
”Rencana operasional Oktober-November 2026 tapi kita menunggu dari pusat,” terangnya.
Sementara itu, beberapa desa dan kelurahan yang belum dibangun gerai KDMP terkendala ketersediaan lahan, terutama di wilayah kelurahan.
”Nanti dimungkinkan aset-aset dari Pemda bisa diserahkan atau dijadikan sebagai gerai bangunan. Salah satu solusinya,” jelas Budi. (rud/adi)
Editor : Adi Pras