Karanganyar di Ring Satu Bahaya Bencana, BMKG dan BPBD Pasang Kuda-Kuda

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:55 WIB

 

Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di Aula Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jumat (25/9/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di Aula Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jumat (25/9/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Potensi bencana geologi diam-diam mengintai Bumi Intanpari. Meski tidak dilewati jalur sesar utama di dalam batas daerahnya, Kabupaten Karanganyar berada di ring satu pusaran bahaya.

Karena dikepung berbagai patahan aktif darat hingga ancaman megathrust di selatan Jawa. Untuk itu, BMKG bersama BPBD Karanganyar langsung memasang kuda-kuda kesiapsiagaan melalui Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di Aula Kecamatan Jatiyoso, Jumat (25/9/2026).

​Kepala BMKG Teuku Faisal Fathanu membeberkan, Karanganyar dibayangi Sesar Naik Sendangdelik (potensi M7,1), Sesar Opak (M6,9), Sesar Dengkeng (M6,2), Sesar Purwodadi-Semarang (M6,9), sesar kompleks gunung api, hingga Megathrust Jawa (M9,1).

Baca Juga: Disarpus Karanganyar Bakal Gelar Festival Literasi, Catat Tanggalnya

​”Karanganyar ini rawan. Karakter geologisnya terbagi dua: wilayah barat-tengah berupa tanah lunak yang memicu likuifaksi, sedangkan sisi timur lereng Gunung Lawu rawan longsor saat guncangan terjadi. Masyarakat harus paham potensi ini,” tegasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Sugiharjo menegaskan, pihaknya tak mau lengah menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa menerjang.

​”Bencana tak bisa diprediksi. Menghadapi potensi curah hujan tinggi mulai November hingga Februari nanti, kami langsung siapkan langkah mitigasi dan bakal menggelar apel kesiapsiagaan,” beber Sugiharjo.

Baca Juga: DPRD Sragen Temukan Indikasi Pemborosan Anggaran untuk ATK, Makan Minum hingga Banner

​BPBD fokus memetakan wilayah rawan longsor seperti Jatiyoso, Jenawi, Karangpandan, hingga Ngargoyoso.

Bergandengan tangan dengan BRIN, UNS, BBWS, TNI-Polri, hingga jajaran relawan, alat Early Warning System (EWS) dipasang di titik-titik rawan guna mengawal keselamatan warga. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
bencana BPBD Karanganyar karanganyar BMKG jatiyoso