RADARSOLO.COM - Penyebutan wilayah Kabupaten Karanganyar masuk ke dalam kualifikasi "ring satu bahaya" bencana perlu dipahami masyarakat secara proporsional.
Karanganyar dinilai memiliki tingkat paparan dan kerentanan yang tergolong tinggi akibat berada dalam lingkaran pengaruh sejumlah sumber bahaya geologi dan geomorfologi.
Hal tersebut dipaparkan oleh Dosen Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kuswaji Dwi Priyono.
Baca Juga: Jadi Home Base Dua Klub Liga 2, Pemkot Solo Bakal Benahi Penerangan Stadion Sriwedari
Kuswaji membeberkan bahwa letak geografis Karanganyar memicu munculnya potensi ancaman bencana bersifat multibahaya.
Kabupaten ini bertengger di sisi timur Provinsi Jawa Tengah, mencakup bentangan lereng barat hingga barat daya Gunung Lawu, serta letaknya relatif dekat dengan beberapa struktur tektonik di Pulau Jawa.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya di mana sesarnya, tetapi bagaimana energi gempa dari berbagai sumber dapat berinteraksi dengan kondisi geologi, tanah, lereng, penggunaan lahan, dan kepadatan penduduk Karanganyar,” ujar Kuswaji Dwi Priyono belum lama ini.
Kuswaji menerangkan, beberapa sumber guncangan regional—seperti Sesar Naik Sendangdelik, Sesar Opak, Sesar Dengkeng, Sesar Purwodadi-Semarang, kompleks sesar gunung api, hingga zona megathrust di selatan Jawa—tidak seluruhnya memotong wilayah Karanganyar.
Meski demikian, ramburan guncangan energi dari sumber-sumber tersebut tetap berpotensi memicu dampak bagi wilayah lokal.
Kuswaji mengimbau agar wilayah Karanganyar bagian barat hingga tengah lebih mencermati struktur tanah di permukaannya.
Baca Juga: Kritik Isu Pendidikan Lewat Literasi, Pemudi Asal Solo Ini Buka Lapak Baca Gratis Pakai Sepeda
"Material tanah yang relatif lunak atau endapan tertentu dapat memperkuat guncangan gempa di permukaan. Dalam kondisi tertentu, material yang jenuh air juga berpotensi mengalami likuifaksi," paparnya.
Oleh karena itu, upaya mitigasi tidak dapat bertumpu sebatas pada peta sebaran sesar.
Wilayah seperti Kecamatan Jatiyoso, Jenawi, Karangpandan, dan Ngargoyoso menyimpan perpaduan karakteristik lereng curam, curah hujan tinggi, pelapukan batuan, lapisan tanah tebal, alih fungsi lahan, serta intensitas aktivitas warga.
Tatkala kondisi tanah sudah terlampau jenuh akibat guyuran hujan deras, guncangan gempa dapat menjadi pemicu tambahan (trigger) yang merusak kestabilan lereng.
Baca Juga: BPBD Sukoharjo Tambah Peralatan Damkar, Antisipasi Lonjakan Kebakaran Musim Kemarau
“Gempa bumi sebagai pemicu, kondisi lereng sebagai faktor pengontrol, dan longsor lahan sebagai bahaya sekunder. Sebaliknya, hujan ekstrem juga dapat menjadi pemicu longsor tanpa didahului gempa,” terang Kuswaji.
Terkait ancaman megathrust pantai selatan Jawa, Kuswaji meminta warga menyikapinya secara proporsional.
Secara geografis Karanganyar berada jauh dari ancaman gelombang tsunami, namun efek guncangan gempanya tetap wajib diantisipasi sejak dini.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Edukasi EWS
Masyarakat mengemban peran penting untuk tanggap mengamati indikasi lingkungan sekitar tempat tinggal.
Mulai dari mendeteksi retakan tanah, kondisi tebing, fondasi rumah, hingga penguasaan rute evakuasi serta titik kumpul darurat.
"Setelah gempa, warga di kawasan lereng juga perlu mewaspadai retakan baru, pohon atau tiang miring, rembesan air, perubahan aliran mata air, serta material tanah atau batu yang bergerak," jelas Kuswaji.
Kuswaji turut menyoroti operasional alat Early Warning System (EWS) yang harus diiringi dengan kejelasan sistem peringatan serta pemahaman warga.
“Kalau alat berbunyi tetapi masyarakat tidak tahu harus berbuat apa, fungsi EWS belum optimal,” terangnya.
Melihat urgensi tersebut, pembentukan Sekolah Lapang Gempa (SLG) dinilai krusial guna menggembleng kultur kesiapsiagaan dan mitigasi bencana masyarakat lokal.
Mitigasi tidak boleh terhenti pada peta bahaya semata, melainkan wajib ditindaklanjuti lewat penyusunan peta risiko, penentuan rute evakuasi, penetapan titik kumpul, integrasi EWS, simulasi berkala, serta evaluasi menyeluruh. (alf)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com