10 Titik Irigasi Rusak di Karanganyar Masuk Prioritas Perbaikan, Ini Rinciannya

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 18:19 WIB

 

Audiensi DPRD Karanganyar bersama dengan dinas terkait dan petani terkait rencana perbaikan irigasi rusak, Senin (28/9/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Audiensi DPRD Karanganyar bersama dengan dinas terkait dan petani terkait rencana perbaikan irigasi rusak, Senin (28/9/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 10 titik jaringan irigasi rusak di Kabupaten Karanganyar masuk daftar prioritas penanganan.

Hal itu setelah DPRD Karanganyar bersama Pemkab, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), dan perwakilan petani meneken kesepakatan bersama, Senin (28/9/2026).

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo menegaskan, kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Dewan bakal mengawal prosesnya hingga tahap penganggaran dan pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga: Kasus Cubitan ke Murid Al Azhar Sragen Masih Mengambang, Yayasan Angkat Bicara: "Dia Bukan Guru Kami"

”DPRD siap mengawal fungsi pengawasan dan penganggaran. Masalah air adalah urusan perut dan hajat hidup petani. Kerusakan saluran irigasi yang selama ini memicu kelangkaan air harus segera ditangani secara sistematis sesuai kewenangan masing-masing instansi,” tegas Bagus.

Penanganan 10 titik irigasi tersebut disiapkan melalui tiga tahapan. Tahap pertama berupa survei dan pendataan teknis.

Dilanjutkan penyusunan perencanaan serta RAB. Tahap terakhir berupa pengajuan, penganggaran, hingga pelaksanaan pekerjaan. Baik melalui APBD perubahan tahun ini maupun tahun depan.

Baca Juga: Petani di Jatiyoso Karanganyar Tewas Terjebak Kebakaran Ladang, Panik saat Padamkan Api

Di antaranya Dam 27, 28 dan 29 di Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo. Kerusakan di kawasan tersebut mencakup tapak cek dam, gorong-gorong, saluran induk hingga pintu air.

Bahkan, saluran induk pada Dam 28 dan Dam 29 masing-masing mengalami kerusakan sepanjang sekitar 2 kilometer.

Titik lainnya berada di D.I. Kedung Gudel, Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang. Saluran sepanjang sekitar 1,8 kilometer mengalami sedimentasi dan kerusakan yang berdampak terhadap sekitar 20 hektare sawah.

Kerusakan juga tercatat di Kebon Agung, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu; Mojorejo, Gayamdompo; Dam Sendang Kates, Gayamdompo di Kecamatan Karanganyar.

Baca Juga: Cubit Murid, Guru Pendamping SD Al Azhar Sragen Dipolisikan: Terancam Denda dan Pidana

Kemudian Dusun Suwono, Doplang-Karangpandan; Bangsri-Karangpandan; serta Dam Tuk Pakel, Tangkilan-Bangsri di Kecamatan Karangpandan.

Jika ditotal berdasarkan data dalam dokumen kesepakatan, jaringan irigasi yang bermasalah tersebut berkaitan dengan layanan ratusan hektare lahan pertanian.

Kepala DPUPR Karanganyar Asihno Purwadi menyampaikan tim bersama BBWSBS bakal melakukan survei lapangan.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Dorong Putra Putri Lawu Gencarkan Promosi Wisata lewat Digital

Pengukuran tersebut diperlukan untuk menentukan volume pekerjaan sekaligus menyusun rencana anggaran biaya (RAB).

Ketua Serikat Tani Bumi Lestari (Serta Bumi) Yoseph Heriyanto menyambut kesepakatan tersebut.

Petani, kata dia, tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga siap terlibat dalam pengawasan proses perbaikan.

”Kami mengapresiasi iktikad baik DPRD dan dinas terkait. Petani tidak hanya menuntut, tetapi siap mendampingi tim teknis saat survei di lapangan,” ujarnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
irigasi bbwsbs karanganyar DPRD Karanganyar mojogedang