Duh, Kasus TBC di Karanganyar Tembus 795 Orang: Ini Gejalanya

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 18:31 WIB

 

Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Dwi Rusharyati. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Dwi Rusharyati. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar terus melakukan penelusuran kasus Tuberkulosis (TBC). Hingga akhir September 2026, temuan TBC di wilayah Bumi Intanpari mencapai 795 kasus.

​Tingginya angka temuan tersebut merupakan hasil dari gencarnya penyisiran tim Active Case Finding (ACF) yang diterjunkan langsung ke desa-desa.

Dinkes menargetkan pelacakan aktif ini menjangkau sebanyak 85 desa yang tersebar di 17 kecamatan hingga November mendatang.

Kepala Dinkes Karanganyar Dwi Rusharyati menjelaskan, hingga 26 September, pihaknya telah merampungkan sweeping di 53 desa.

Baca Juga: Ngantuk dan Tanpa SIM, Polres Sragen Panggil Orang Tua Pelajar yang Tabrak Mobil MBG

Dari penyisiran di puluhan desa tersebut, petugas kesehatan berhasil mengonfirmasi 92 kasus positif TBC baru.

”Total akumulasi penemuan kasus hingga September ini ada 795 kasus. Khusus dari program ACF di 53 desa yang sudah selesai, kami mendapati 92 warga terkonfirmasi positif TBC. Sisanya, 32 desa lagi terus kami jadwalkan dan targetnya rampung seluruhnya pada November nanti,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).

​Dalam melancarkan aksi lapangan, dinkes memobilisasi armada Rontgen Mobile untuk mempermudah pemeriksaan dahak dan paru-paru warga secara langsung.

Pelacakan difokuskan pada kontak serumah dan kontak erat dari pasien yang sebelumnya telah terdata di puskemas setempat.

Baca Juga: Pasutri Pimpinan Koperasi Dinar Mulia-Alfa Dinar Karanganyar Ditetapkan sebagai Tersangka

Dinkes juga menggalang komitmen lintas sektoral dengan melibatkan jajaran kepolisian hingga personel bhabinkamtibmas untuk mendampingi petugas saat melakukan tracing di pemukiman warga.

Dwi menegaskan, melonjaknya angka temuan kasus ini hendaknya tidak disikapi dengan kepanikan oleh masyarakat.

Justru hal ini dinilai positif karena kian banyak penderita yang terdeteksi dini sehingga bisa langsung mendapatkan intervensi medis.

”Prinsip utama kami adalah TOSS TBC, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh. Semakin cepat kasus ditemukan dan diobati, semakin cepat pula kita memutus rantai penularan kuman TBC di tengah masyarakat. Semua layanan dan obat-obatan TBC ini gratis,” tegasnya.

Baca Juga: Mobil MBG di Sragen Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dengan Pelajar, Satu Korban Patah Tulang

​Sejauh ini, tingkat keberhasilan pengobatan (success rate) pasien TBC di Karanganyar tergolong tinggi, yakni mencapai 88 persen.

Guna menjaga konsistensi penderita meminum obat dalam jangka panjang, dinkes mewajibkan adanya pengawas menelan obat (PMO) dari anggota keluarga.

Langkah ini vital agar pasien tidak putus obat yang berisiko memicu kuman menjadi kebal obat atau Multi-Drug Resistant (MDR).

​Selain pengobatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digelorakan. Masyarakat diimbau selalu menerapkan etika batuk yang benar, menjaga sirkulasi udara di rumah, serta menerapkan pola hidup sehat.

Baca Juga: Polres Karanganyar Sikat Lima Motor Knalpot Brong di Jalan Lawu

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penderita HIV, hingga perokok aktif diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk berlarut-larut. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
tuberkulosis TBC phbs dinkes karanganyar batuk