Genjot Minat Baca di Era Digital, Disarpus Karanganyar Gelar Pallawa

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

 

Bunda Literasi Kabupaten Farida Rober Christanto menghadiri kegiatan Pallawa di Kantor Disarpus Kabupaten Karanganyar, Rabu (30/9/2026) siang.  (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bunda Literasi Kabupaten Farida Rober Christanto menghadiri kegiatan Pallawa di Kantor Disarpus Kabupaten Karanganyar, Rabu (30/9/2026) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Budaya membaca ditantang mengikuti derasnya arus digitalisasi. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar merespons tantangan tersebut melalui Pesona Literasi Lereng Lawu Karanganyar (Pallawa).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Perpustakaan Kabupaten Karanganyar itu berlangsung empat hari, mulai 29 September 2026 hingga 2 Oktober 2026.

Tak sekadar pameran buku, juga digelar beragam kegiatan literasi, edukasi, seni, budaya, hingga ekonomi kreatif digabung dalam satu rangkaian.

Baca Juga: Jenazah Korban KM Virgo Transport asal Karanganyar Dimakamkan, Dikenali dari Tanda Lahir

Langkah tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat, terutama generasi muda, agar semakin dekat dengan aktivitas literasi.

Kepala Disarpus Karanganyar Nurhayati mengatakan, perpustakaan harus berkembang menjadi ruang publik yang hidup. Tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku.

”Kami tidak ingin perpustakaan hanya menjadi gudang buku yang sepi. Melalui Pallawa, kami menyatukan penulis, pegiat seni, sekolah, komunitas, hingga pelaku UMKM dalam satu ruang kolaborasi,” kata Nurhayati, Rabu (30/9/2026).

Dia menyebut, Pallawa menargetkan sekitar 2.000 pengunjung selama pelaksanaan. Berbagai kegiatan disiapkan untuk menyasar minat dan kebutuhan literasi masyarakat.

Baca Juga: Kasus Guru Cubit Siswa di Sragen, Ayah Korban: Kalau Urusan dengan Anak, Kadang Separuh Akal Sehat Kita Hilang

Di antaranya talkshow, workshop, kelas pembuatan komik, pelatihan public speaking, seni mendongeng, hingga literasi bahasa isyarat.

Agenda tersebut sekaligus memperluas pemaknaan literasi agar tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis.

Selain itu, Pallawa menjadi ruang pertemuan komunitas. Penulis, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pegiat seni dan budaya, hingga komunitas literasi kopi dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Sementara dari sisi ekonomi kreatif, pengunjung dapat menikmati pameran buku dan produk UMKM lokal. Panggung hiburan rakyat juga disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Baca Juga: Pelaku Dugaan Perampokan Toko Sepatu di Karangpandan Karanganyar Diringkus di Sidoarjo Jatim

Bunda Literasi Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat budaya literasi.

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat masyarakat tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga harus mampu mengolah informasi menjadi sesuatu yang produktif.

”Literasi hari ini adalah tentang daya saing bangsa. Membaca bukan lagi sekadar mengeja kata, tetapi bagaimana kita mengolah informasi menjadi karya nyata yang menginspirasi," ujarnya.

Baca Juga: Duh, Kasus TBC di Karanganyar Tembus 795 Orang: Ini Gejalanya

Farida berharap semangat literasi tidak berhenti selama kegiatan berlangsung.

”Semangat membaca harus menjalar ke perpustakaan desa, sekolah, dan setiap rumah di Karanganyar,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
Farida Rober Christanto literasi karanganyar disarpus karanganyar membaca