RADARSOLO.COM – Krisis air bersih melanda wilayah Desa Bakalan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.
Memasuki musim kemarau, ratusan warga di kawasan tersebut kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan harian akibat mengeringnya sumber air serta kerusakan sarana sumur dalam.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kodim 0727 Karanganyar bekerja sama dengan PUDAM Tirta Lawu menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki atau sekitar 10.000 liter ke lokasi terdampak pada Selasa (29/9/2026).
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Dusun Jatirogo ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI.
Sekretaris Desa Bakalan, Agus Purnomo, saat dikonfirmasi Radar Solo, Rabu (30/9/2026), bahwa krisis air bersih paling parah berdampak pada dua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Dusun Jatirogo.
”Dampak kekeringan melanda dua RT di wilayah Jatirogo. Sekitar seratusan jiwa atau kurang lebih 70 kepala keluarga (KK) saat ini terdampak krisis air,” ujar Agus Purnomo.
Baca Juga: Pelaku Dugaan Perampokan Toko Sepatu di Karangpandan Karanganyar Diringkus di Sidoarjo Jatim
Agus menjelaskan, kendala pasokan air bersih di wilayahnya tidak hanya dipicu oleh dampak musim kemarau yang meluas di Karanganyar, tetapi juga akibat gangguan teknis pada infrastruktur pendukung air warga.
"Pompa air sumur warga di lokasi tersebut sudah mengalami kerusakan sejak beberapa bulan lalu. Dampaknya semakin terasa ketika debit air tanah menyusut saat kemarau tiba," tambahnya.
Melalui bantuan 10.000 liter air bersih dari Kodim 0727 dan PUDAM Tirta Lawu ini, kebutuhan domestik warga terdampak diharapkan terlayani sementara waktu sembari menunggu perbaikan jaringan dan peremajaan pompa sumur diselesaikan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras