RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bergerak cepat memperkuat validitas data penerima bantuan sosial (bansos).
Melalui Dinas Sosial (Dinsos), sebanyak 194 petugas pemutakhiran data dari seluruh wilayah Bumi Intanpari digembleng dalam Sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Pentingnya Peringkat Kesejahteraan Sosial Ekonomi (Desil) di Pendopo RM Said, Kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (8/10/2026).
Fokus utama kegiatan ini berpusat pada optimalisasi peran Petugas Pemutakhiran Mandiri Kemiskinan (PMK) agar mampu bertransformasi menjadi Agen Perlinsos.
Langkah ini diambil untuk menjembatani warga kurang mampu yang membutuhkan akses bantuan pemerintah namun terkendala pemahaman alur pengusulan.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar Wondo mengungkapkan, kegiatan ini bertumpu pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Nomor 1.06.05.2.02.0001 terkait Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah.
Skema Perlinsos terbaru memiliki fungsi sangat vital dalam memfasilitasi permohonan bantuan warga. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh keaktifan para petugas di garis terdepan.
”Program Perlinsos hadir sebagai instrumen penting untuk memfasilitasi warga yang membutuhkan penanganan sosial. Lewat sosialisasi ini, kami mendorong petugas PMK tidak sekadar mendata, tetapi juga bertindak sebagai Agen Perlinsos yang mendampingi warga mengusulkan bantuan serta mengedukasi masyarakat mengenai pemeringkatan desil,” ujar Wondo.
Sosialisasi yang didanai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar ini melibatkan 17 petugas PMK tingkat kecamatan dan 177 petugas PMK tingkat kelurahan/desa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar serta dibuka secara resmi oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto diwakili Sekda Karanganyar Kurniadi Maulato.
Menurur, Kurniadi, pihaknya menekankan pentingnya kejujuran dan ketelitian dalam penetapan desil kesejahteraan di tingkat bawah.
”Sistem pemeringkatan desil adalah patokan objektif agar penyaluran bansos tepat sasaran dan tidak memicu gejolak sosial. Saya minta seluruh petugas PMK bekerja objektif dan responsif. Pemutakhiran data harus dilakukan secara berkala agar perlindungan sosial benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan,” tegas Kurniadi.
Lewat penguatan peran Agen Perlinsos di seluruh desa dan kelurahan, Pemkab Karanganyar optimistis dapat meminimalkan potensi bantuan salah sasaran serta mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan secara terukur. (rud/adi)
Editor : Adi Pras