Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Puncak Hargo Dumilah

Adi Pras • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:19 WIB

 

Kebakaran hutan Gunung Lawu terlihat dari posko di Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (20/10/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kebakaran hutan Gunung Lawu terlihat dari posko di Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (20/10/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu kian bergejolak hingga Senin malam (19/10/2026).

Embusan angin kencang membuat kobaran api meluas cepat, merembet ke arah atas mendekati jalur pendakian Tambak, area Cakra Surya, hingga berada di bawah puncak Hargo Dumilah.

​Berdasarkan laporan resmi dari Posko Pemantauan Karhutla Gunung Lawu pada pukul 21.00 WIB, pantauan visual dari posko induk menunjukkan pergerakan titik api yang makin aktif.

Baca Juga: Water Bombing Digencarkan untuk Pemadaman Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar

”Pemantauan secara visual mencatat pergerakan titik api yang meluas karena dorongan angin kencang. Titik api bergerak merambat naik ke atas kawasan Cakra Surya, tepat di bawah Hargo Dumilah, sebagaimana terdeteksi melalui drone thermal Basarnas,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, Selasa (20/10/2026).

​Hingga malam hari, tim gabungan belum dapat memperkirakan total luas lahan yang hangus terbakar lantaran medan yang terjal serta pergerakan api yang masih dinamis.

​Sebelumnya pada sore hari, pemantauan udara menggunakan drone mendeteksi setidaknya 10 titik api yang tersebar di beberapa titik.

Baca Juga: Mediasi Tahap II Insiden Kabel Wifi di Sragen: Santunan Korban Rp 16 Juta, DPRD Semprot Provider

Selain merembet ke kawasan atas, kobaran api juga mengancam jalur pendakian Tambak di Kecamatan Ngargoyoso serta mengarah ke jalur Cemoro Kandang.

​Dantim Basarnas, Iwan Agus Riyanto membenarkan, adanya eskalasi titik api tersebut.

”Dari pagi ditemukan sembilan titik, lalu sore hari bertambah satu titik lagi. Total ada 10 titik api yang terpantau,” jelasnya.

​Guna menahan laju kebakaran sebelum malam tiba, tim gabungan sempat mengerahkan operasi penyiraman udara (water bombing) menggunakan helikopter.

Baca Juga: Kabut Tebal Hambat Pemadaman Kebakaran Lawu di Karanganyar, Helikopter Gagal Lakukan Operasi Water Bombing

Setelah terhambat cuaca pada pagi hari, penyiraman udara dilakukan secara intensif mulai pukul 14.30 WIB dengan dua kali penerbangan.

​Saat proses water bombing berlangsung, seluruh personel dan relawan darat ditarik sementara ke posko guna menjamin keselamatan.

Kini, tim SAR dan relawan gabungan terus bersiaga ketat di posko pemantauan untuk mengantisipasi pergerakan api yang terus didorong angin kencang. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
ngargoyoso BPBD Karanganyar gunung lawu kebakaran karhutla