RADARSOLO.COM – Komisi C DPRD Karanganyar menemukan sejumlah catatan dalam proyek infrastruktur yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) pusat. Hal itu terungkap usai menggelar inspeksi mendadak (sidak), Kamis (22/10/2026).
Sekretaris Komisi C DPRD Karanganyar Eko Pujianto mengatakan, ada 10 proyek perbaikan jalan yang dibiayai DAK pusat mencapai Rp 48,8 miliar.
Secara umum progres pekerjaan sudah sangat baik. Sejumlah ruas bahkan telah memasuki tahap akhir dan tinggal menjalani pemeliharaan.
Baca Juga: Lansia di Jatiyoso Karanganyar Meninggal Terjebak Kebakaran, Tak Bisa Selamatkan Diri karena Stroke
”Secara keseluruhan, pengerjaannya sudah 100 persen, tinggal pemeliharaan. Tapi kemarin kita soroti ada beberapa titik bahu jalan, setelannya masih kurang rapi,” ujar Eko.
Menurut dia, sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan setelah pembangunan memasuki tahap penyelesaian.
Komisi C tidak ingin proyek bernilai besar tersebut hanya mengejar target penyelesaian, sementara kualitas hasil pekerjaan justru terabaikan.
Salah satu lokasi yang ditinjau berada di kawasan Jengrik, termasuk proyek Jembatan Jengrik dan Bendungan Jengrik, Kecamatan Mojogedang. Di lokasi tersebut, Komisi C menilai hasil pekerjaan relatif baik.
Mulai dari finishing, kerapian marka jalan, hingga sambungan antara seksi jalan dan konstruksi beton dinilai sudah tertata.
Baca Juga: Laka Maut, Pengendara Motor asal Jebres Meninggal di Jalur Sragen–Solo
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas pekerjaan tetap bisa dijaga meski proyek dikebut mengejar target penyelesaian.
Namun, catatan berbeda ditemukan di sejumlah titik lainnya. Salah satunya proyek di kawasan Telogosempon di Kecamatan Jatiyoso yang sebelumnya sempat mendapat sorotan karena kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal.
Eko menegaskan, temuan di lapangan langsung disampaikan kepada pihak pelaksana agar dilakukan pembenahan.
”Kemarin di Telogo Sempon itu sempat tidak masuk kualitas, jadi saya tancali (tegur) betul,” tegasnya.
Komisi C menyebut ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam pengawasan proyek DAK tersebut.
Yakni kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta transparansi penggunaan anggaran.
Ketiganya dinilai tidak bisa dipisahkan. Sebab, proyek infrastruktur dengan anggaran puluhan miliar tersebut menggunakan uang negara dan hasilnya akan langsung dirasakan masyarakat.
”Yang penting kualitasnya, waktunya tepat, dan anggarannya transparan,” kata Eko. (rud/adi)
Editor : Adi Pras