Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa Itu Paraben? Kandungan dalam Skincare yang Disebut Dokter Detektif Ada di Produk Premium, tapi Tak Jujur di Kemasan

Syahaamah Fikria • Jumat, 25 Oktober 2024 | 05:07 WIB
Dokter Detektif alias Doktif.
Dokter Detektif alias Doktif.

RADARSOLO.COM - Dokter Detektif alias Doktif kembali membuat heboh setelah mengungkap adanya produk skincare yang diklaim gunakan bahan premium, namun tak cantumkan kandungan paraben atau pengawet dalam daftar komposisi di kemasan.

Hal itu diungkap Dokter Detektif saat tampil dalam program YouTube Denny Sumargo.

Dalam acara itu, Dokter Detektif menyinggung salah satu dokter yang juga dikenal sebagai pengusaha skincare terkenal di Indonesia.

Di mana Dokter Detektif mengatakan, dokter tersebut selama ini mengklaim selalu menggunakan bahan-bahan premium dalam produk skincare-nya.

Namun, dari hasil lab yang dilakukan Doktif, ada kandungan paraben dalam produk itu, yang tak dicantumkan dalam daftar komposisi di kemasan.

"Sebenernya ini gak kenapa-napa, masalahnya kenapa kok di sini (kemasan) gak ada (paraben)? Sementara owner yang ini, si s****, selalu berkata di VT-nya menggunakan bahan-bahan ingredients yang paling bagus, selalu melakukan uji lab secara teratur, fungsinya bisa menghilangkan flek, memutihkan kulit. Lah, kalau dia memang rajin uji lab kenapa di situ bisa (kecolongan)?" tutur Dokter Detektif.

Terlepas dari perseteruan tersebut, lantas apa itu paraben yang selama ini banyak digunakan dalam produk skincare atau kosmetik?

Apa Itu Paraben?

Paraben adalah kelompok bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam berbagai produk kosmetik, skincare, hingga produk perawatan pribadi lainnya.

Fungsi utama paraben adalah untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, dan ragi, yang dapat merusak produk dan membahayakan kesehatan kulit.

Beberapa jenis paraben yang paling umum ditemukan dalam kosmetik dan skincare antara lain:

Paraben bisa ditemukan dalam berbagai produk, termasuk pelembap, foundation, shampoo, masker wajah, hingga tabir surya.

Batasan Kandungan Paraben yang Dianggap Aman

Sejauh ini, lembaga kesehatan seperti FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat dan European Commission’s Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS) di Eropa masih menganggap penggunaan paraben dalam produk kosmetik aman.
Selama kadarnya tidak melebihi batas yang ditetapkan.

Menurut SCCS, batas aman untuk penggunaan paraben adalah:

Dianggap aman dengan konsentrasi hingga 0,8% dalam satu produk atau kombinasi beberapa paraben hingga 1,0%.

Dianggap aman hingga konsentrasi 0,19% dalam produk kosmetik.

Namun, karena meningkatnya kekhawatiran konsumen, banyak produsen kosmetik dan skincare telah mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan paraben dalam produk mereka.

Inilah mengapa sekarang banyak produk yang mencantumkan label "bebas paraben" atau "paraben-free."

Dampak Potensial Paraben pada Kesehatan

Kontroversi seputar paraben muncul dari studi yang menyatakan bahwa paraben dapat bertindak sebagai "endocrine disruptor" atau pengganggu hormon.

Zat ini dapat meniru estrogen, hormon yang berperan dalam pengaturan sistem reproduksi pada manusia.

Beberapa penelitian mengaitkan paparan jangka panjang paraben dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

1. Kanker Payudara

Beberapa studi awal menunjukkan bahwa paraben dapat terdeteksi dalam jaringan kanker payudara.

Sehingga menyebabkan kekhawatiran bahwa penggunaan paraben dapat meningkatkan risiko kanker.

Namun, belum ada bukti ilmiah yang konklusif bahwa penggunaan paraben dalam kosmetik secara langsung menyebabkan kanker.

2. Gangguan Hormon

Karena sifatnya yang mirip estrogen, paraben dikaitkan dengan potensi gangguan hormon.

Hormon yang tidak seimbang bisa berdampak pada sistem reproduksi, perkembangan seksual, dan kondisi hormon lain.

3. Iritasi Kulit

Pada beberapa individu, terutama mereka dengan kulit sensitif, paraben dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi.

Namun, kasus ini jarang terjadi dan sering kali terkait dengan penggunaan paraben dalam konsentrasi tinggi.

Apakah Harus Menghindari Paraben?

Meski banyak kekhawatiran yang berkembang mengenai dampak paraben, lembaga kesehatan dunia seperti FDA dan SCCS masih menganggap penggunaan paraben dalam batas tertentu aman untuk kosmetik dan skincare.

Namun, jika Anda memiliki kulit sensitif atau khawatir tentang dampak jangka panjang paraben, memilih produk yang bebas paraben bisa menjadi solusi.

Saat ini, banyak produk "paraben-free" di pasaran, yang menggunakan pengawet alami atau alternatif sintetis yang lebih lembut pada kulit.

Seperti phenoxyethanol, sodium benzoate, atau potassium sorbate.

Di sisi lain, juga penting untuk selalu membaca label produk dan memilih skincare yang sesuai dengan jenis kulit Anda. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#paraben #skincare #pengawet #Dokter Detektif