Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral di TikTok! Apa Itu Skincare Lemak Sapi yang Diklaim Atasi Jerawat dan Kulit Kering? Awas, Jangan Buru-buru Ikut-ikutan

Syahaamah Fikria • Kamis, 26 Juni 2025 | 00:12 WIB
Ilustrasi skincare.
Ilustrasi skincare.

RADARSOLO.COM - Setelah heboh dengan lendir siput, racun lebah, hingga DNA ikan salmon, belakangan jagat kecantikan, terutama di TikTok, kembali dihebohkan oleh tren skincare lemak sapi atau beef tallow.

Skincare berbahan kulit sapi ini jadi viral dengan klaim mampu mengatasi jerawat hingga kulit kering.

Namun, di balik viralnya tren ini, muncul pertanyaan seaman dan seefektif itukah lemak sapi untuk kulit wajah?

Apa Itu Lemak Sapi?

Lemak sapi atau beef tallow pada dasarnya adalah lemak hewani yang diambil dari jaringan lemak sapi, khususnya dari area sekitar ginjal atau pinggang (dikenal juga dengan sebutan suet).

Setelah melalui proses pemanasan (rendering), lemak padat ini berubah menjadi bentuk padat berwarna putih krem yang tidak berbau dan tidak berasa.

Secara komersial, beef tallow sudah lama digunakan untuk memasak, pembuatan lilin, dan sebagai bahan dasar sabun.

Dokter umum dan dokter kosmetik asal Sydney, Dr Prasanthi Purusothaman menjelaskan, beef tallow sebenarnya bukan barang baru di dunia perawatan kulit.

"Lemak ini keras, seperti lilin, tidak berbau, dan tidak berasa, yang diambil dari jaringan lemak sapi, biasanya dari lemak di sekitar ginjal," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa bangsa Mesir kuno, Romawi, dan Yunani telah memanfaatkan lemak sapi.

Lemak ini seringkali dicampur rempah atau minyak, sebagai balsem atau losion untuk mengobati luka dan menyembuhkan kulit.

 

Kandungan untuk Kulit Sangat Kering

Dr Celestine Wong, seorang dokter kulit dari Chroma Dermatology dan Royal Melbourne Hospital menjelaskan, lemak sapi kaya akan trigliserida (jenis lemak umum) serta vitamin A, D, E, dan K.

Kandungan ini memberikan sifat pelembap pada bahan tersebut.

"Lemak sapi terutama berfungsi sebagai agen pelembap oklusif," kata Purusothaman.

Ini berarti beef tallow membentuk semacam penghalang di atas kulit yang sangat efektif dalam menahan kelembapan agar tidak menguap.

Dr Ross Perry, Direktur Medis Cosmedics Skin Clinics menambahkan, lemak sapi dapat sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit sangat kering atau menderita kondisi kulit kering seperti psoriasis dan eksim.

"Sebagai produk perawatan kulit, produk itu sangat membantu mengatasi kulit yang terlalu kering," ujarnya.

Klaimnya, lemak sapi kaya akan emolien (zat pelembap) karena kandungan trigliseridanya yang tinggi, yang membantu melembapkan kulit dengan membentuk lapisan pelindung.

Selain itu, asam lemak dalam beef tallow juga diklaim memiliki sifat antiradang dan penyejuk kulit.

Benarkah Aman untuk Skincare Harian?

Meskipun memiliki potensi manfaat sebagai pelembap, para ahli juga memberikan peringatan keras terkait penggunaan beef tallow sebagai skincare, terutama bagi jenis kulit tertentu:

1. Potensi Menyumbat Pori-pori dan Memicu Jerawat

Dr Prasanthi Purusothaman memperingatkan bahwa penggunaan kronis beef tallow dalam jangka waktu lama dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat pada jenis kulit yang rentan.

Efek ini mungkin tidak langsung muncul, bisa jadi baru terlihat beberapa minggu setelah pemakaian pertama.

Dr Sophie Greenberg, MD dari Tribeca Skin Center, bahkan menyatakan bahwa dalam beberapa kasus, lemak sapi justru dapat memicu timbulnya jerawat, bukan mengobatinya.

"Itu akan membuat kulit Anda berminyak, sekaligus mengunci apa saja yang ada di bawah kulit," kata Greenberg.

2. Risiko Kontaminasi Bakteri

Lemak sapi yang tidak diolah atau disimpan dengan benar berisiko tinggi terkontaminasi bakteri.

Jika digunakan pada kulit, ini dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius.

3. Bau dan Konsistensi yang Kurang Menyenangkan

Dr Akis Ntonos NP, MedSpa, seorang pakar injeksi estetika, menyoroti bau tidak sedap dari lemak sapi juga menjadi pertimbangan yang tidak menyenangkan bagi sebagian pengguna.

Teksturnya yang padat juga mungkin kurang nyaman diaplikasikan dibandingkan skincare modern.

4. Kurangnya Dukungan Ilmiah Memadai

Terapis Dermal Joanna Fleming mengingatkan bahwa klaim manfaat lemak sapi dalam skincare masih belum didukung oleh penelitian ilmiah yang memadai, khususnya penelitian klinis yang teruji.

Solusi Lain

Joanna Fleming merekomendasikan penggunaan produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus dan telah teruji.

Produk tersebut umumnya mengandung kombinasi:

- Humektan: Berfungsi menarik dan mempertahankan kelembapan kulit (contoh: Hyaluronic Acid, Gliserin).

- Emolien: Berfungsi melembutkan dan menghaluskan kulit.

- Oklusif: Membentuk lapisan pelindung pada kulit untuk mencegah hilangnya kelembapan (lemak sapi termasuk dalam kategori ini, namun ada alternatif lain yang lebih stabil dan aman).

Meskipun tren skincare lemak sapi ini viral, penting untuk memahami potensi risiko dan memilih produk yang telah teruji secara ilmiah dan aman untuk jenis kulit masing-masing. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Lemak Sapi #viral #jerawat #beef tallow #kulit kering #skincare #perawatan kulit