Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), es batu untuk konsumsi adalah massa padat hasil pembekuan air minum, tanpa bahan pangan lain, dikemas, serta aman untuk dikonsumsi.
Namun, lanjut Tuti, pembekuan air mentah tidak dapat membunuh bakteri karena terdapat bakteri yang dapat bertahan hidup pada suhu beku. Pembekuan dapat menginaktivasi bakteri, namun pada saat cair bakteri dapat aktif kembali.
"Jadi, es batu harus melalui proses. Mulai dari pemilihan bahan baku air yang higienis, direbus hingga matang, baru kemudian dibekukan. Proses distribusi juga harus higienis begitu pula dalam penyajiannya," ungkapnya.
Tuti juga mengungkapkan, jika prosesnya tidak benar, maka es batu tetap berpotensi ada pencemaran bakteri. Di antaranya, Escherichia coli pathogen. Gejala yang ditimbulkan seperti sakit perut, diare, disentri ringan, diare berdarah dan gagal ginjal akut atau hemolytic uremic syndrome. Kemudian, vibrio cholera, gejala yang ditimbulkan adalah diare berair, kadang disertai muntah. L
Lalu, salmonella typhimurium, gejala yang ditimbulkan seperti demam, sakit kepala, sakit perut, diare atau sembelit, kurang nafsu makan dan penurunan berat badan.
"Maka, sebaiknya, gunakan bahan baku dari air minum atau air bersih yang matang. Simpan es batu pada freezer dalam wadah atau kemasan bersih dan tertutup,” ujarnya.
Selain itu, pastikan juga freezer yang digunakan untuk membekukan es batu dalam kondisi suhu yang terkontrol dan bersih. Penting juga memisahkan es batu dari pangan beku lainnya agar tidak terjadi kontaminasi silang.
Untuk tetap menjaga keamanan pangan es batu, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengambil es batu. Lalu, jangan membilas es batu dengan air mentah agar tidak terkontaminasi bakteri. Jika menggunakan alat seperti penjepit atau sendok es batu pastikan dalam kondisi bersih
"Sebaiknya, pilih es batu yang memiliki izin edar," pungkasnya. (kwl/bun/dam)
Pilih Konsumsi Minuman Sehat
Es Batu Aman Dikonsumsi
- Bahan baku air harus higienis
- Direbus dulu hingga matang baru dibekukan
- Distribusi dan penyajian juga harus higienis
- Pilih produksi es batu yang memiliki izin edar
Es Batu Rawan Dikonsumsi
- Bahan baku dari air mentah
- Distribusi dan penyajian tidak dihigienis
- Produksi belum memiliki izin edar
Rawan Terkontaminasi dan Gejala
- Bakteri E Coli
Memicu sakit perut, diare, disentri ringan, diare berdarah dan gagal ginjal akut.
- Vibrio Cholera
Gejala yang ditimbulkan adalah diare berair, kadang disertai muntah.
- Salmonella Typhimurium
Gejala seperti demam, sakit kepala, sakit perut, diare atau sembelit, kurang nafsu makan dan penurunan berat badan.
Editor : Damianus Bram